
Kompas pemburu keadilan,
tana toraja 04-07-2025
Proyek jalan ke objek wisata sarira titik dua yang menggunakan dana Alokasi Khusus (DAK).
kini menjadi sorotan karena kondisinya yang memprihatinkan. Belum lama selesai dikerjakan, jalan tersebut sudah mengalami kerusakan yang sangat parah, dengan banyak lubang dan retakan.
Warga menduga ada masalah pada kualitas material yang digunakan dalam pembangunan jalan, yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan.
dan juga cara kerjanya yang asal-asalan yang sebenarnya dalam rabat jalan harus di keraskan dulu lalu di rabat namun yang dilakukan tidak seperti demikian justru jalan yang berlumpur yang di rabat dan ketebalannya juga sangat memprihatinkan, ketebalan rabatnya ada yang cuman 2cm sampai 5cm
Dan juga Diduga pengawasan terhadap proyek ini tidak berjalan dengan baik, sehingga kontraktor bisa mengurangi kualitas pekerjaan tanpa ada tindakan tegas., padahal salah satu warga sudah melaporkan kepada pihak inspektorat yang dimana inspektorat mempunyai tugas mencegah terjadinya penyimpangan dan pelanggaran melalui pengawasan yang efektif.
Beberapa pihak juga menduga adanya permainan dalam proyek ini, dan melibatkan pihak inspektorat, ppk, pihak dinas pariwiaata dan pihak lainnya yang terlibat dalam pekerjaan ini yang menyebabkan pengurangan kualitas dan penyimpangan anggaran.
Dampak dari Kerusakan jalan ini membahayakan Pengguna Jalan, Jalan yang rusak membahayakan keselamatan pengendara, terutama sepeda motor, karena banyak lubang dan retakan yang bisa menyebabkan kecelakaan. 
Masyarakat setempat menuntut pemerintah daerah, pihak DPRD, pihak kepolisian (polres, polda) pihak kejaksaan, untuk segera melakukan investigasi dugaan penyimpangan pekerjaan jalan tersebut dan memanggil pihak-pihak yang terkait :Kontraktor, PPK, Konsultan, Inspektorat, Dinas pariwisata.
Untuk diperiksa secara intensif.
Dan melaporkan kepada publik hasilnya secara transparan.
Colombus