
Kompaspemburukeadilan.com
Samarinda, – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Samarinda secara resmi membuka kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) di Aula”vila pesat Pampang” Rabu (6/8/2025), yang bertempat di pesat Pampang dengan mengusung tema yang menggugah: “Ibu Kota Baru, Alam yang Terluka”.
Kegiatan ini diikuti oleh kader- kader muda PMKRI yang hadir untuk mendalami isu-isu kepemimpinan, advokasi, serta refleksi kritis atas dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap lingkungan dan masyarakat adat di Kalimantan Timur.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Presidium PMKRI Cabang Samarinda, Nikolaus yeblo, MENEKANKAN pentingnya diskusi ini untuk memahami dampak pembangunan IKN dan mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang timbul. “Diskusi ini menjadi langkah awal bagi kami untuk memahami isu-isu strategis yang terkait dengan pembangunan IKN dan bagaimana kita dapat berkontribusi dalam proses pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Diskusi ini menghadirkan beberapa narasumber dari organisasi kepemudaan di Cipayung Kota Samarinda, yaitu Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Mereka memaparkan berbagai isu strategis yang perlu diperhatikan dalam pembangunan IKN, seperti deforestasi, perubahan tata guna lahan, dan potensi dampak sosial ekonomi bagi masyarakat lokal.
Serta beberapa organisasi daera yang ikut hadir dalam kegiatan ini
LKK kali ini dirancang selama empat hari dengan berbagai diskusi publik, outdoor leadership, dan analisa konteks sosial-politik dan lingkungan Kalimantan.
Selaku ketua panitia LKK Edison raja dan juga biro advokasi melihat bahwa sebuah perdebatan argumentasi dalam forum itu lah yang kami harapankan, dalam kegiatan ini semoga pembukaan Latihan Kempimpinan Kader yang pertama di kota Samarinda memberi warna baru di masa yang akan datang , perlu juga kita ketahui bahwa IKN di Kaltim ada dampak positif secara tidak lansung kalimantan Timur di kenal di mata dunia bukan kerena hutan atau julukan paru- paru Indonesia,serta membuka lowongan pekerjaan adapun sisi negatif adalah suburnya seks kormelsial dan peningkatan yang sangat pesat, kata seorang oknum PSK bahwa dalam satu hari bisa ganta ganti beberapa laki² hidung belang, Harapan saya diskusi harus berlanjut jangan sampai isu ini hanya bias dalam Ruang Diskusi dan di tindaklanjuti dengan aksi yang nyata
Moderator dalam diskusi, Thadeus Cengkar Presidium Hubungan Perguruan Tinggi menyatakan harapannya bahwa kegiatan ini dapat melahirkan pemimpin muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berani bersuara bagi lingkungan dan masyarakat tertindas.
“PMKRI hadir bukan hanya di ruang kuliah, tapi juga di medan perjuangan. tentunya kita harus berjuang untuk membela Rakyat dan alam kita saat ini, yang menjadi win solution , ketika tidak adil dengan rakyat dan alam maka disitu kita lawan, lalu ketika adil pada rakyat dan adil dengan alam maka disitu kita kawal” tegasnya.
Dengan mengusung semangat keberpihakan pada alam dan keadilan sosial, LKK PMKRI Cabang Samarinda tahun ini menjadi ruang konsolidasi intelektual sekaligus spiritual bagi para kader muda yang siap menyuarakan: Ibu Kota Baru Tak Boleh Jadi Kuburan Hijau Kalimantan.
Beda belan