Panggung Budaya Pampang Menyulam Tradisi dan Kreativitas di Jantung Budaya Dayak

Panggung Budaya Pampang Menyulam Tradisi dan Kreativitas di Jantung Budaya Dayak

Kompaspemburukeadilan.com

Samarinda – Di sebuah sudut Samarinda, tepatnya di Desa Budaya Pampang, waktu seakan berjalan dengan irama yang berbeda. Setiap hari Minggu Desa budaya Pampang bertranformasi menjadi panggung hidup bagi tradisi dan kreativitas,sibuknya kehidupan kota seolah mereda, digantikan denting gong, lantunan sape’, dan hentakan kaki para penari Dayak yang menghidupkan panggung sementata deretan UMKM menjajakan hasil karya mereka. Minggu (10/08/25)

Inilah Panggung Pampang, sebuah ruang di mana tradisi dan kreativitas saling menjalin, menjaga denyut nadi kebudayaan Dayak
agar tetap hidup di tengah arus modernitas.
Saya berkesempatan hadir dan Merasakan langsung suasana hangat dan akrab serta penyambutan kedatangan setiap pengunjung seola bagian dari keluarga besar Pampang.

Panggung ini bukan sekadar arena pertunjukan, melainkan panggung kehidupan. Di atasnya, generasi muda Dayak menari dengan busana manik-manik berkilau, bulu burung enggang yang megah, dan gerakan yang memadukan gerak sakral leluhur. Setiap tarian bukan hanya hiburan, tetapi juga pesan tentang alam yang dijaga, tentang tanah yang diwariskan, dan tentang identitas yang tak boleh pudar.

Di salah satu sudut pasar budaya, saya bertemu dengan penggiat UMKM Ibu Ray seorang pengrajin dan penjual tenun Dayak, sosok di balik kerajinan Karip Mading.
Kehadiran seperti UMKM Karip Mading merupakan tempat dimana kita menemukan berbagai jenis tenunan degan motif-motif yang sangat memukau khas Dayak ,selempang, gelang dan Masi banyak berbagai barang khas adat Dayak lainya di tempat ini

Selanjutnya Ibu Ray menyampaikan bahwa , panggung ini bukan cuma tempat hiburan, tapi juga jendela yang membuka karya kami kepada masyarakat dan di kenal lebi luas. Para pengunjung datang menonton tarian, lalu mereka mampir melihat dan membeli tenun. Di sinilah kami bisa memperkenalkan identitas Dayak lewat kain

“Harapan saya semoga tradisi budaya ini tetap bertahan di tengah tantang zaman dan bisa di kenal luas sehingga budaya ini bisa terjaga dan membantu para UMKM di desa Pampang”.punkasnya (Beda/B)

Alamat Redaksi

Jl. Andi Sammeng lorong pasar Kalola RW/RW : 002/002 Dusun Awotarae Desa, Kalola Kecamatan. Maningpajo Kabupaten Wajo.Provinsi Sulawesi Selatan Kode Pos: 90952

Kontak person
Redaksi@kompaspemburukeadilan.com
0852-5551-4777

Copyright © 2023 Kompaspemburukeadilan.com