
Kompaspemburukeadilan.com
Oleh Muliady Muh.Djufri
Dalam Era Digital saat ini, tak sulit bagi kita untuk menemukan segala petunjuk dan rujukan serta dasar untuk menjalankan profesi dan tanggung jawab serta amanah apa pun dalam kehidupan di dunia ini, termasuk soal makna agama dan pendidikan bagi seorang pemimpin
Bagi seorang pemimpin, agama menjadi pedoman moral dan spiritual yang membentuk karakter seperti kejujuran, keadilan, dan kesabaran serta landasan pengambilan keputusan.
Sedangkan Pendidikan, membekali pemimpin dengan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan untuk mengelola, menginspirasi, dan menggerakkan timnya secara efektif untuk mencapai tujuan bersama.
Dan Makna agama bagi seorang pemimpin adalah
Pembentukan karakter: Agama menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang kuat, seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kesederhanaan, yang menjadi dasar kepemimpinan yang berintegritas.
Dalam Landasan spiritual dan moral:
Agama memberikan kerangka panduan spiritual dan moral untuk menjalankan tugas kepemimpinan, seperti yang tercermin dalam ajaran Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan kepemimpinan.
Sumber motivasi dan inspirasi:
Pemimpin mendapatkan motivasi dan inspirasi dari keyakinan agamanya untuk memimpin dengan tulus sebagai pelayan masyarakat.
Ketahanan dalam kesulitan: Agama mengajarkan kesabaran dan ketakwaan, yang penting bagi pemimpin dalam menghadapi tantangan dan kesulitan.
Makna pendidikan bagi pemimpin
Pengembangan kompetensi: Pendidikan melengkapi pemimpin dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugasnya, baik dalam bidang teknis maupun manajerial.
Kemampuan manajerial: Pendidikan memberikan pemahaman tentang cara mengelola sumber daya, organisasi, dan tim secara efektif.

Kemampuan problem-solving: Pendidikan membentuk kemampuan berpikir kritis dan analitis untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
Kemampuan komunikasi dan inspirasi: Pendidikan membantu pemimpin mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dan menginspirasi bawahan untuk mencapai tujuan bersama. Yaitu, menjadikan masyarakat merasa nyaman,tenteram,
sejahtera serta makmur berkeadilan dan adil ber kemakmuran.
Dan hal ini dapat terwujud ketika masyarakat sebagai pemilik hak dalam memilih seorang pemimpin,benar benar harus memahami sosok seorang pemimpin yang terkondisi nampak terdidik dengan baik sehingga dipastikan memahami peran agama dan peran pendidikan dalam pembentukan karakter seorang pemimpin tersebut sehingga menjadi hebat dalam berfikir dan ber kebijakan semata karena ALLAH dan Demi kepentingan dan kesejahteraan rakyatnya, jadi sesungguhnya yang paling hebat dan kuat dalam kehidupan dunia ini, bukanlah kekuasaan atau jabatan,tapi yang paling hebat dan kuat adalah cara berfikir serta mengimplementasikan hasil fikiran itu secara lugas kepada tim kerja organisasi seperti yang di sampaikan di atas, untuk kemudian di tindak lanjuti agar menghadirkan berbagai program prioritas dilapangan yang benar benar bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat,khususnya masyarakat yang memiliki standar ekonomi menengah kebawah.
Kita banyak melihat fakta dengan kenyataan yang miris di berbagai daerah, seseorang hanya bermodal pencitraan dan tampilan yang di buat buat semenarik mungkin oleh para penjilatnya sehingga seseorang bisa tiba tiba tampil agamis dengan modal baju Koko dan kopiah,padahal baca ALFATIHAH pun tidak tahu,tiba tiba nampak seperti dermawan, bicara soal panti asuhan, soal pembangunan pondok pesantren padahal dusta, bicara soal bantuan dan sumbangan,padahal yang di sumbangkan kepada masyarakat yang memilihnya adalah bantuan negara ,bukan dari bantuan pribadi karena memang aslinya kikir,inilah sekelumit kecil tentang paham atau tidaknya seorang pemimpin pada makna agama,pendidikan dan kepemimpinan .
(Penulis Adalah Kolumnis Serta Pimpinan Umum/Pimpinan Redaksi Media Kompas Pemburu Keadilan)