
Oleh Muliady Djufri
Kompaspemburukeadilan.com
Seringkali kita selaku pemeluk Islam mengikuti peringatan Nuzulul Qur’an di setiap tahunnya pada 17 Ramadan tanpa sama sekali memahami Hakekat dalam History peringatan Nuzulul Qur’an tersebut.
Hakikat peringatan dari Nuzulul Quran di setiap 17 Ramadan adalah sangatlah penting untuk di pahami ini berkaitan dengan peristiwa turunnya wahyu pertama (QS. Al-Alaq: 1-5) kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira, yang menandai awal petunjuk bagi manusia. ,momen ini dimaknai sebagai refleksi spiritual, peningkatan interaksi dengan Al-Quran, dan pedoman hidup mulia.
Beberapa Hakikat Nuzulul Quran:
Turunnya Wahyu Pertama:
Peristiwa ini terjadi pada malam 17 Ramadan, ketika Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama (surah Al-Alaq 1-5) kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira pada usia 40 tahun.
Petunjuk Hidup Manusia: Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia untuk membedakan yang benar dan salah, serta pedoman mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Malam Penuh Keberkahan:
Nuzulul Quran sering dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar yang mulia, di mana pahala dilipatgandakan dan menjadi momen ampuh untuk berdoa serta memohon ampunan.
Awal Perubahan Peradaban:
Peristiwa ini merupakan tonggak sejarah yang mengubah peradaban manusia dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam
Momentum Refleksi:
Di bulan Ramadan, Nuzulul Quran menjadi peringatan dan motivasi untuk kembali berinteraksi dengan Al-Quran, tidak sekedar membacanya, tetapi memahami, meneladani dan mengamalkannya dalam berkehidupan sosial sehari-hari.
Peringatan Nuzulul Quran merupakan bagian dari tradisi Islam untuk memperkuat keimanan dan menegaskan kembali posisi Al-Quran sebagai panduan utama sebagai pengobat hati dan penawaran jiwa di atas segala gaoanya yang sangat relevan dengan semua kondisi zaman. ((Penulis Adalah : Santri Pondok Pesantren AL – FURQAN Kaltim 1988 Dan Ketua IPNU) Kota Palu 1993)