
KOMPASPEMBURUKEADILAN.COM
RANCABALI, KABUPATEN BANDUNG — Kondisi air Danau Kawah Putih di kawasan wisata Ciwidey, Kabupaten Bandung, 5 September 2026 mengalami penyusutan akibat kemarau panjang. Meski permukaan air berkurang cukup signifikan, kondisi tersebut tidak menyurutkan minat wisatawan untuk tetap datang menikmati keindahan alam Kawah Putih.
General Manager , PT Palawi Risorsis, Yuyu Rahayu menyebut penyusutan air merupakan fenomena yang biasa terjadi ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang. Air danau yang bersumber dari air hujan mengalami penurunan debit ketika curah hujan berkurang.
Perubahan kondisi danau terlihat pada bagian tepian yang sebelumnya tergenang air. Saat ini, sejumlah area tepian mulai menampakkan batu kapur berwarna putih, sementara genangan air lebih banyak terlihat di bagian tengah danau.
Manajer Site Ciwidey PT Palawi Risorsis, Budi Kamal , sebelumnya mengatakan penyusutan air Kawah Putih tidak berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan. Bahkan, kondisi tepian danau yang terbuka memberikan suasana berbeda bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen melalui fotografi.
Antusiasme wisatawan pun tetap terlihat. Pengunjung datang bersama keluarga maupun rombongan untuk menikmati panorama Kawah Putih, berfoto di sekitar kawasan danau, serta mengunjungi sejumlah titik wisata lainnya.
Data kunjungan yang disampaikan pengelola menunjukkan kawasan Kawah Putih sempat mencapai sekitar 5.000 kunjungan pada bulan Agustus Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal tersebut menunjukkan daya tarik Kawah Putih tetap kuat meskipun kondisi air sedang menyusut.
Penyusutan air tersebut diperkirakan bersifat sementara dan dapat berubah kembali ketika curah hujan mulai meningkat. Air hujan yang kembali mengisi cekungan danau secara bertahap akan meningkatkan volume air Kawah Putih.
Dengan kondisi tersebut, Kawah Putih tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Bandung Selatan. Bagi wisatawan, perubahan lanskap akibat penyusutan air justru menghadirkan pemandangan berbeda, sementara daya tarik alam dan suasana kawasan tetap membuat pengunjung berdatangan.**
Sam Permana