
ACEH – kompaspemburukeadilan.com – Dunia kerja dan mendambakan penghasilan memadai merupakan dambaan bagi setiap individu dalam melanjutkan kehidupan selepas menjalani pendidikan tahap demi tahap pada umumnya hingga menyandang gelar Stara 1 (S1), namun tidak jarang angan – angan itu kandas tatkala jurusan S1 yang disandang tidak sesuai kualifikasi yang dicari oleh para pencari tenaga kerja, Jum’at (26/7/2024)
Fenomena ini nyata, kata Sabirin Siahaan Ketua DPD LSM Pendidikan Noorwamgsanegara Prov. Aceh. Tidak sedikit Putra/Putri kota Subulussalam sudah mengantongi gelar S1 masih menjadi tanggungan orang tuanya memenuhi kebutuhannya. Ada yang sudah kerja tapi tidak linier dengan jurusan ilmu yang ditimbanya bertahun lamanya, ini yang mendasari kami mengingatkan dan menghimbau Putra/Putri kota Subulussalam jangan hanya kuliah sebatas mengejar gelar, kata Sabirin
Pertama kenali Minat dan Bakat anda, kemudian lihat Universitas mana yang ada jurusan itu, lalu cermati peluang kerja usai kuliah, selanjutnya kuliah dengan sunggu – sungguh. Jangan sebaliknya, seakan terkesan kuliah ikut – ikutan, tidak peduli di universitas manapun yang terpenting bergelar sarjana. Ini keliru menurut kami, kata Sabirin, dan imbas dari asal kuliah seperti ini berujung penyesalan, membebani orang tua, dan menambah panjang deretan angka pengangguran, tegasnya. 
Mahasiswa setelah menyandang gelar sarjana, ada 2 (dua) langkah yang wajib dijalaninya untuk menimplementasikan ilmu yang ditimbanya di kampus, pertama Membuka peluang kerja minimal untuk dirinya sendiri atau memasuki dunia kerja di BUMN, BUMD, BUMS/Perorangan. Bila dua hal itu tidak dapat digeluti, maka satu – satunya peluang yang dinanti bukanya penerimaan PNS/PPPK, bila tidak terpilih juga maka siap – siap jadi buruh kasar atau pengangguran, ujar Sabirin
Karenya kepada Putra/Putri kota Subulussalam kami ingatkan dan kami himbau, kuliahlah di Universitas yang menjanjikan terbukanya peluang kerja seluas – luasnya usai anda mengikuti pendidikan disana, fikirkan diri dan masa depan anda, fikirkan pula orang tua anda. Biaya kuliah tidak sedikit meski kuliah geratis, namun pasti anda/orang tua anda mengeluarkan biaya, dan usia anda kuliah akan sia – sia bila pada akhirnya menjadi buruh kasar atau pengangguran, tutup Sabirin Siahaan.
Jusmadi.