
Kompaspemburukeadilan.com
Lubuk Batu, Kabupaten Kayong Utara—Desa Lubuk Batu, sebuah desa yang terletak di Kabupaten Kayong Utara, kini menghadapi ancaman serius terkait ketersediaan air bersih. Kondisi air yang ada saat ini, baik untuk mandi maupun minum, semakin dangkal dan tercemar. Masyarakat desa mulai khawatir akan dampak kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh krisis air ini.
Salah satu sumber masalah utama adalah dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang tidak disalurkan sebagaimana mestinya, terutama untuk penyediaan air bersih. PT. CUS, yang bertanggung jawab atas penggalian sungai dan kolam di sekitar desa, gagal memberikan dampak positif yang diharapkan. Alih-alih menyediakan solusi, air yang berasal dari penggalian tersebut justru berbau dan terasa panas pada sore hari, yang semakin memperparah kondisi.

Menurut keterangan dari Ibu Meyrisia Lidwina, perwakilan dari perusahaan, mengungkapkan melalui percakapan WhatsApp, air bersih yang didatangkan dengan mobil tangki ke desa ini tidak bisa di dikonsumsi oleh masyarakat
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan warga. Mereka mulai mempertanyakan keberadaan anggota DPRD, Bupati Kayong Utara, serta pihak terkait di tingkat kabupaten dan provinsi yang seharusnya peduli dengan kesejahteraan masyarakat.

“Menyalurkan hak dan kewajiban masyarakat itu sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Kayong Utara. Kami berharap kepada pihak yang bersangkutan untuk melindungi dan memperhatikan kami sebagai masyarakat,” ungkap seorang warga kepada awak media.
Masyarakat Desa Lubuk Batu berharap agar pihak pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menyelesaikan krisis ini sebelum dampaknya semakin meluas. Mereka juga meminta agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban dari kelalaian atau tindakan tidak bertanggung jawab dari pihak tertentu.
(Sumardi)