
TANJUNG REDEB berau kaltim kompaspemburukeadilan.com— Suasana antrean kendaraan yang memanjang kembali menyelimuti kawasan SPBU Bujangga, Kelurahan Bedungun, Kabupaten Berau. Kendaraan yang berjejal mengisi bahan bakar hingga meluber ke badan jalan utama memicu kepadatan lalu lintas yang parah, bahkan membuat arus kendaraan dari arah berlawanan tidak dapat melintas dengan lancar.
Kepadatan yang berulang ini memunculkan pertanyaan mendasar di tengah masyarakat: apakah stok pasokan BBM memang tidak mencukupi, atau justru karena maraknya praktik pengetap yang kini sedang viral di Berau?
Sejumlah warga pengguna jalan mengeluhkan antrean yang tak kunjung usai. Kendaraan yang berbaris panjang di sekitar SPBU tidak hanya menyulitkan warga yang hendak mengisi BBM, tetapi juga sangat merugikan pengguna jalan lain yang melintas. Jalan yang semestinya berfungsi lancar menjadi tersendat hingga macet total.
Warga menduga, panjangnya antrean disebabkan oleh adanya oknum pengetap yang mengisi BBM dalam jumlah besar, diduga menggunakan jeriken, lalu memperjualbelikannya kembali dengan harga selangit. Praktik ini yang dinilai membuat stok cepat habis dan antrean semakin memanjang, sementara masyarakat luas yang membutuhkan justru kesulitan mendapatkan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, melalui instansi terkait, segera turun tangan melakukan pengawasan dan penindakan tegas. Diperlukan langkah nyata agar antrean tidak lagi meluber ke jalan raya, sekaligus memastikan BBM dijual langsung kepada pemakai akhir, bukan ditimbun dan diperjualbelikan kembali oleh para pengetap.
“Kami butuh kepastian. Apakah memang pasokannya kurang, atau justru diambil alih oleh para pengetap? Yang jelas, warga biasa yang kini kesulitan. Harus ada penindakan,” harap warga yang melintas di lokasi.
#Biro kpk berau kaltim