
KOMPASPEMBURUKEADILAN.COM
Komitmen untuk menciptakan pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang profesional, humanis, dan bermartabat terus ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Satgas Waspada Masyarakat (Satgaswasmas).
Ketua Umum Satgaswasmas, Patar Sihotang, S.H., M.H., kembali menggelar rapat pembekalan nasional secara virtual melalui Zoom Meeting, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Rapat yang sudah memasuki pertemuan ke-3 ini diikuti oleh ratusan anggota Satgaswasmas dari berbagai provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.
Dalam arahannya yang berlangsung hampir dua jam tersebut, Patar Sihotang menitikberatkan pada satu poin paling krusial: Kedisiplinan dan Ketaatan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) di lapangan.
Menurut Patar, Satgaswasmas adalah organisasi resmi yang menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal program prioritas Presiden. Oleh karena itu, setiap langkah investigasi di lapangan tidak boleh dilakukan secara liar, tanpa aturan, dan tanpa pemberitahuan.
“Saya tegaskan kepada seluruh anggota Satgaswasmas di seluruh Indonesia, wajib taat SOP. Jangan bertindak di luar prosedur. Jangan sampai kehadiran kita di lapangan justru ditolak karena kita tidak membawa surat dan tidak melakukan audiensi,” tegas Patar dengan nada tegas namun penuh semangat.
Patar menjelaskan mekanisme baku yang wajib dilakukan oleh setiap anggota sebelum melakukan investigasi. Pertama, wajib melakukan audiensi kepada instansi terkait di daerah. Kedua, wajib memberikan surat pemberitahuan resmi kepada pelaksana program MBG, yang meliputi Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (Korwil BGN), Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta penanggung jawab Dapur MBG itu sendiri.
“Tujuan kita adalah agar Satgaswasmas bisa diterima oleh semua kalangan. Baik oleh instansi pemerintah, maupun oleh pelaksana program MBG di lapangan. Kalau kita taat prosedur, kita akan dihormati. Kalau kita melanggar prosedur, kita akan dicap preman,” tambah Patar.
Selain menekankan soal SOP audiensi, dalam rapat tersebut Patar juga memberikan pembekalan teknis dan edukasi mendalam tentang tatacara melakukan investigasi yang benar.
Ia memaparkan bagaimana cara memeriksa kebersihan, kelayakan, dan standar gizi di dapur-dapur MBG, serta bagaimana cara melakukan wawancara dan penggalian informasi di sekolah-sekolah penerima manfaat tanpa mengganggu proses belajar mengajar siswa.
Menurut Patar, selama ini kendala utama yang dihadapi anggota di daerah bukanlah kurangnya semangat, melainkan kurangnya pemahaman tentang mekanisme pelaksanaan di lapangan. Hal inilah yang sering membuat investigasi menjadi tidak maksimal.
“Kurangnya pemahaman tentang mekanisme di lapangan bisa menjadi kendala besar. Untuk itu, saya sebagai Ketua Umum tidak akan bosan-bosan memberikan pembekalan dan semangat kepada seluruh anggota. Kita harus selalu optimis mengemban tugas mulia ini,” ujar Patar.
Patar berharap, dengan adanya pembekalan rutin ini, seluruh anggota Satgaswasmas di daerah akan semakin solid, profesional, dan mampu menjalankan tugas pengawasan dengan penuh tanggung jawab demi tercapainya Indonesia yang adil, sejahtera, dan bebas dari penyimpangan.
Rapat Zoom tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara anggota daerah dengan Ketua Umum, yang disambut dengan antusias tinggi dari seluruh peserta.
Colombus