kisah pejuang muda pembela demokrasi Kabupaten Kepulauan Sangihe telah meninggal Dunia.

kisah pejuang muda pembela demokrasi Kabupaten Kepulauan Sangihe telah meninggal Dunia.

Kompaspemburukeadilan.com, 
Tragis meninggalNya di saat moment Pilkada yang Krusial dan mulai memanas dalam ketegangan Pilgub dan Pilkada.
Pada hari Minggu, 15 September 2024 di Rumah Sakit Liungkendage Tahuna, setelah melewati fase yang begitu kritis di alami oleh Almarhum Oknesius Johan Tuwohingide (36) menurut Pihak Keluarga Tuwohingide – Wadudi Saat di konfirmasi oleh pihak Awak Media, di rumahNya Bapak Harlinus Tuwohingide Pada Hari Senin, 16 September 2024.
menurut penjelasan dari Bapak Harlinus Tuwohingide ayah dari Almarhum Oknesius Johan Tuwohingide.

Dia mengatakan bahwa Dia mempunyai empat orang anak, satu Perempuan dan Tiga laki-laki. UngkapNya lagi, mungkin artinya mereka kelihatan semua punya pandangan hidup dan prinsip yang sama Karena mereka di latar belakangi mulai dari Kakek mereka adalah Pejuang Kemerdekaan Bangsa ini, jadi Saya mendidik mereka sesuai dengan pesanan dari Leluhur atau Kakek mereka, Saya menerima ini dan Saya teruskan kepada anak-anak Saya, jadi latar belakang itulah yang menjadi Pedoman bagi anak-anak Saya, salah satunya Almarhum Oknesius Johan Tuwohingide.

Bapak Harlinus Tuwohingide, juga mengungkapkan bahwa Dia sesungguhnya Pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai Wakil Ketua Forum Pembela Perjuangan Kemerdekaan Indonesia ter-lebih khususnya di Kabupaten Kepulauan Sangihe,
Yang di Ketuai oleh Bapak Natingkase, Saya terhimpun sejak Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2024 sekarang ini.

Dan Dia menyampaikan juga yang mana di Forum Pembela Perjuangan Kemerdekaan Indonesia itu di himpun adalah Anak-anak Pejuang Bangsa, maka dalam perjalanan hidup Saya, semua anak-anak Saya punya jiwa yang sama yang Saya kembangkan yaitu mereka harus mengisi Kemerdekaan dengan Perjuangan Bangsa.

Sehingga selalu menegakkan Hak Asasi Manusia, karena kita berada di Alam Kemerdekaan, maka tidak ada Anak-anak Saya yang mereka tau Hak orang di biarkan, Hak Asasi orang itu di tindas, Hak Asasi orang itu di abaikan.


Maka itu Anak-anak Saya seperti Almarhum Oknesius Johan Tuwohingide selalu melakukan hal Pembelaan bagi orang-orang yang di tindas, dan dalam Pesta Demokrasi Tahun 2024 ini, Almarhum Oknesius Johan Tuwohingide, Dia di ambil oleh Pasangan Calon Manosoh – Sinadia (Manadia) sebagai Ajudan Pribadi, dan mungkin dalam perjalanan hidupnya mungkin dia tidak lagi memperhatikan kondisi tubuhNya, tetapi kesetiaan dalam melayani Pasangan Calon Manosoh-Sinadia, saat itu Dia dalam tugas pengawalan pasangan Manosoh-Sinadia (manadia) datang ke rumah duka Keluarga Sentinuwo-Hoke, pada hari Kamis,12 September 2024 saat itu Dia mengalami rasa sakit kepala, dan Saya selaku Ayah-Nya punya pandangan dan harapan saat itu sakit penyakit itu tidak akan membawa kematian tetapi mungkin manusia hanya mengirai-ngirai jalan tapi Tuhan yang menentukan ternyata akhir hidupNya seperti itu.
Dan bagi pribadi Saya hanya merasa berduka tetapi tidak ada penyesalan dalam hal kematian.

Demi untuk memenangkan Pasangan Calon Manosoh-Sinadia (Manadia) yang Kami anggap Paslon Manadia adalah Paslon yang bersih karna tidak ada cacat di pandangan Keluaga Besar Kami yaitu Bapak Dr. Hendrik Manosoh bersama Bapak Rembran Sinadia ini mantan Ketua komisi (C) DPRD Papua Barat, Kami anggap ini Pasangan Calon yang patut kami dukung karena kalau di katakan seperti kertas masih bersih Mereka, di mata masyarakat di daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe tak pernah terindikasi ada temuan-temuan atau mengecewakan Rakyat.
Saat awak Media menanyakan kembali tangapan dari Pasangan Calon (Paslon) Manosoh-Sinadia (Manadia), Kepada Ayah dari Almarhum Oknesius Johan Tuwohingide.

UkapNya penyampaian dari Paslon Manadia, adalah secepatnya di bawah ke Rumah Sakit Umum Daerah Liungkendange.
Dan Paslon Manadia selalu memberikan semangat dan suport bagi KeluargaNya Almarhum Oknesius Johan Tuwohingide dengan panggilan sehari-hari yaitu (Opo Jo).
UngkapNya lagi Kami selaku orang Tua dari Almarhum Oknesius Johan Tuwohingide, sangat ber-terima kasih dan memberikan apresiasi terhadap Paslon Manadia atas kepedulian terhadap Kami Atas Nama Keluarga Besar Tuwohingide-Wadudi dan bersama Keluarga Tuwohingide-Dolongseda, dan Saya selaku orang Tua Almarhum tetap berpengharapan bahwa pengabdian Anak kami dalam melaksanakan tugas dari Paslon Manadia di mana dalam Pesta Demokrasi Pilgub dan Pilkada 2024, tanggung jawabNya telah selesai dengan Dia di panggil oleh Tuhan Yang Maha Esa.

PungkasNya demikian juga harapan Saya kiranya Daerah ini ke depannya akan di Pimpin oleh Orang yang takut Tuhan dan mengandalkan Tuhan sehingga membawa kesejahteraan bagi Rakyat Kabupaten Kepulauan Sangihe yang pemilihnya kurang lebih 100.7000 Orang. (red)

Penulis; (Dedy M)

Alamat Redaksi

Jl. Andi Sammeng lorong pasar Kalola RW/RW : 002/002 Dusun Awotarae Desa, Kalola Kecamatan. Maningpajo Kabupaten Wajo.Provinsi Sulawesi Selatan Kode Pos: 90952

Kontak person
Redaksi@kompaspemburukeadilan.com
0852-5551-4777

Copyright © 2023 Kompaspemburukeadilan.com