
Sidenreng Rappang Sulsel KompasPemburuKeadilan.com
Pernyataan Asya, sapaan akrab Marzha Nabilah Djuhandini SH, Kepada Media ini bahwa pendidikan mumpuni, pekerjaan yang layak, dan akhlak yang mulia adalah harapan setiap manusia, karena menurut alumni Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini , karena ketiganya itu merupakan fondasi utama dalam mencapai kehidupan yang berkualitas, seimbang, dan bahagia.
Karena menurut Alumni SD Negeri 1 Sawahan Sampit dan SMP Negeri 1 Kuala Pembuang Yang pernah bersekolah di SMA Negeri 1 Kuala Pembuang, Ketiga elemen tersebut saling berkaitan dan membentuk manusia seutuhnya, baik secara intelektual, finansial, maupun spiritual.
Masih menurut Alumni SMA Negeri 1 Watampulu Sidrap ini bahwa penjabaran dari ketiga harapan tersebut berdasarkan konteks pencapaian kehidupan yang baik:
Pendidikan Mumpuni (Ilmu Pengetahuan)
Pendidikan yang berkualitas tidak hanya fokus pada kognitif, tetapi berperan krusial dalam membentuk watak, peradaban bangsa, dan meningkatkan daya saing. Ia menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memutus rantai kemiskinan pungkas Putri tunggal yang terlahir dari pasangan Mulyani Hi Marzuki S.Sos. (ASN) dan Muliady Djufri SS,MM.(Aktivis,Akademisi dan Jurnalis), yang saat ini mengabdi di salah satu SKPD mengikuti jejak sang mama (Mulyani HM Red) sebagai pelayan rakyat , Sementara menurut Asya Yang kelahiran Makassar 25 Maret 2000 dan pernah bersekolah di TK Aisyiyah Toli Toli dan SDN Pennbina Tolitoli ini bahwa :
Pekerjaan yang layak (Kemandirian Finansial).
Pekerjaan layak (decent work) didefinisikan sebagai pekerjaan dengan kondisi yang aman, adil, memberikan perlindungan sosial, dan gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan. Ini penting untuk kesejahteraan material dan martabat seseorang.
Begitupun dengan akhlak, menurut anak tunggal Mulyani Hi Marzuki S Sos yang hobby nyanyi dan mengikuti lomba sejak umur TK ini , bahwa,
Akhlak adalah cerminan keimanan dan fondasi utama perilaku manusia. Pendidikan akhlak sejak dini sangat penting agar ilmu yang diperoleh tidak merusak, melainkan berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Integrasi dalam Kehidupan
Menurut pandangan umum dan nilai keagamaan, kebahagiaan sejati tercapai ketika ketiga hal ini menurut Asya terpenuhi yang sering kali didukung oleh faktor pendukung seperti lingkungan sosial yang baik dan rasa bersyukur.Integrasi ilmu dan akhlak menciptakan pribadi yang tidak hanya kompeten tetapi juga bermartabat bagi banyak orang tegasnya
Dan dirinya sangat bersyukur karena ,meski tidak di fasilitasi dengan kemewahan pada saat bertumbuh kembang meniti pendidikan dari setiap jenjang , tapi sejak kecil sudah ditanamkan nilai nilai kebaikan dan kebenaran dari mama dan papa ,bahkan dari kedua kakek dan nenek yang saya tahu mereka memiliki pemahaman agama yang sangat kuat ,bahkan papa dan berapa saudaranya itu mondok dan nuntut ilmu di pesantren , hingga arahan dari mereka mereka semua itulah sampai hal itu terbawa dan terpatri dalam hati sampai saat ini,dan Alhamdulillah semua berproses dengan baik, meskipun kadang tertatih tatih karena cobaan hidup, yang datang silih berganti,apa lagi sejak adik “Harry Marsandy” meninggal,rasanya sedih dan merasa sangat kehilangan sekali.. tapi pada akhirnya berakhir sesuai harapan hingga bisa sampai ke titik saat ini..dan terakhir Asya ingin menyampaikan terimakasih pada semua keluarga terkhusus buat mama yang dengan penuh kesabaran berupaya dengan telaten mendidik Asya, demikian halnya papa meski jauh di tempat tugas, asyah yakin kalau papa sering mengirimkan Do’a terbaik untuk Asya.(Herman)