Masyarakat dan PAGAR Jombang Demo PT JPN, Tuntut Pabrik Pengolahan Ayam Ditutup

Masyarakat dan PAGAR Jombang Demo PT JPN, Tuntut Pabrik Pengolahan Ayam Ditutup

www.kompaspemburukeadilan.com
JOMBANG, 8 Oktober 2026 — Puluhan warga Jombang bersama aktivis LSM Pengawasan Aspirasi Gabungan Masyarakat (PAGAR) Jombang menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik pengolahan ayam PT Jombang Pangan Nusantara (JPN), Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kamis (8/10/2026).

Aksi tersebut digelar menyusul keluhan warga dan pihak SMPN 4 Jombang terkait dugaan gangguan lingkungan yang disebut berasal dari aktivitas pabrik, terutama berupa bau tidak sedap dan kebisingan. SMPN 4 Jombang diketahui berada di belakang lokasi pabrik pengolahan ayam tersebut.

Massa aksi menilai kondisi tersebut telah mengganggu kenyamanan lingkungan sekolah dan proses kegiatan belajar mengajar. Bahkan, menurut keterangan yang disampaikan dalam aksi, sebagian siswa sempat dipulangkan dan mengikuti pembelajaran secara daring akibat kondisi lingkungan di sekitar sekolah.

Atas persoalan tersebut, massa mendesak Pemerintah Kabupaten Jombang dan dinas terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap operasional PT JPN. Massa juga meminta agar tempat usaha tersebut ditutup apabila dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Salah seorang wali murid SMPN 4 Jombang, M. Gading Setiawan, mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami para siswa dan guru.


“Sebagai wali murid siswa SMPN 4 Jombang, saya merasa sangat prihatin dan terganggu dengan kondisi yang harus dialami anak-anak dan para guru di sekolah,” kata Gading, Kamis (8/10/2026).

Gading mengatakan, informasi mengenai siswa kelas 9 yang dipulangkan dan mengikuti pembelajaran secara daring akibat dugaan bau tidak sedap serta kebisingan dari aktivitas PT JPN telah dikonfirmasinya langsung kepada pihak sekolah.

“Pengumuman di grup WhatsApp yang menyatakan bahwa siswa kelas 9 harus dipulangkan dan beralih ke pembelajaran daring akibat bau busuk serta kebisingan dari PT Jombang Pangan Nusantara telah saya konfirmasi langsung ke pihak sekolah, dan hal tersebut memang benar adanya,” ujarnya.

Untuk memastikan kondisi tersebut, Gading mengaku datang langsung ke SMPN 4 Jombang. Ia menyebut merasakan sendiri bau tidak sedap dan mendengar suara bising di sekitar lokasi sekolah.

“Untuk memastikan situasi tersebut, saya berinisiatif datang langsung ke lokasi SMPN 4 Jombang. Di sana, saya menyaksikan dan merasakan sendiri betapa menyengatnya bau limbah serta bisingnya suara yang dihasilkan pabrik tersebut,” paparnya.


Menurut Gading, kondisi tersebut telah mengganggu kenyamanan lingkungan sekolah serta proses belajar mengajar.
“Kondisi lingkungan seperti ini jelas tidak layak dan sangat mengganggu proses belajar mengajar serta kesehatan anak-anak kami,” tegasnya.

Ia berharap pihak sekolah, pemerintah daerah, dinas terkait, dan manajemen perusahaan dapat segera mencari solusi permanen terhadap persoalan tersebut.

“Kami berharap pihak sekolah, dinas terkait, serta manajemen perusahaan dapat segera mengambil tindakan tegas dan menemukan solusi permanen agar lingkungan sekolah kembali aman, nyaman, dan anak-anak bisa belajar tatap muka tanpa terganggu limbah maupun kebisingan,” ujarnya.

Warga Juga Keluhkan Bau
Keluhan serupa disampaikan Diki (22), warga perumahan yang berada di samping pabrik pengolahan ayam PT JPN. Ia mengaku masih mencium bau tidak sedap di sekitar bagian belakang pabrik.

“Baunya masih gak enak seperti bau busuk di area belakang pabrik, beberapa hari yang lalu,” kata Diki.

Diki meminta Pemerintah Kabupaten Jombang segera mengambil tindakan atas keluhan warga terkait dugaan gangguan lingkungan tersebut.


“Harusnya ditutup pabrik ini, karena baunya sangat mengganggu. Ya harapannya pemerintah tegas bersikap menutup tempat usaha yang mengganggu ini,” tegasnya.

Massa Segel Pintu Masuk Pabrik
Sementara itu, Agus selaku koordinator aksi mengatakan, perwakilan massa sempat diperbolehkan masuk untuk melihat kondisi bagian dalam pabrik.

“Dari hasil peninjauan ke dalam pabrik, ini tadi sudah tidak ada kegiatan usaha dan alat produksi sudah tidak ada,” kata Agus.
Usai peninjauan tersebut, massa aksi bersama petugas Satpol PP kemudian melakukan penyegelan pada pintu masuk lokasi pabrik di Desa Banjardowo.

“Dengan ini kita tutup pabrik, kita segel pintu pabrik bersama masyarakat dan disaksikan Satpol PP, agar ada kepastian bahwa pabrik ini benar-benar tak beroperasi sehingga tidak merugikan masyarakat, khususnya pelajar SMPN 4 Jombang,” pungkasnya.

Setelah melakukan aksi unjuk rasa dan penyegelan pintu masuk pabrik, massa kemudian bergeser menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang untuk melanjutkan aksi dan menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah daerah.

Hingga berita ini ditulis, tuntutan massa berfokus pada penghentian aktivitas pabrik serta penanganan dugaan gangguan lingkungan yang dikeluhkan warga dan pihak SMPN 4 Jombang.

Alamat Redaksi

Jl. Andi Sammeng lorong pasar Kalola RW/RW : 002/002 Dusun Awotarae Desa, Kalola Kecamatan. Maningpajo Kabupaten Wajo.Provinsi Sulawesi Selatan Kode Pos: 90952

Kontak person
Redaksi@kompaspemburukeadilan.com
0852-5551-4777

Copyright © 2023 Kompaspemburukeadilan.com