
Marabahan, kompaspemburukeadilan.com ( 15-06-2025 ) Program 100 hari kerja kepala daerah pasti akan dinantikan oleh masyarakat karena akan menjadi kebanggan dengan pencapaian yang sudah Pemerintah Daerahnya lakukan diawal masa tugasnya. Dan tentunya akan menjadi pembuktian akan semua janji-janji saat kampanye politik yang disampaikan saat sebelum pilkada kepada masyarakat.
Pencapaian 100 hari kerja ini beberapa daerah ada yang menyambutnya dengan acara syukuran dengan mengudang masyarakat. Seperti yang sudah dilaksanakan beberapa daerah kabupaten kota di Kalimantan Selatan, Kabupaten Tapin tetangga dekat Kabupaten Barito Kuala contohnya, yang merayakan 100 hari kerja Kepala Daerah dengan acara syukuran bersama dengan masyarakat Tapin.
Untuk masyakat Batola sendiri tentunya sama seperti masyarakat daerah lain sangat menantikan kado 100 hari kerja Bupati dan wakil Bupati Kepala Daerah sebagai bentuk perubahan yang lebih baik atas pencapaian awal pemerintahan selama 100 hari.
Untuk mengetahui pendapat dan harapan masyarakat Batola dengan berlalunya masa 100 hari kerja pemerintah daerah Barito Kuala, awak media Kompas Pemburu Keadilan mencoba menghubungi beberapa tokoh masyarakat Barito Kuala.
Antara lain Nasrullah yang asli kelahiran Barito Kuala dan sejak tahun 2009, menjadi dosen pada Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Selain itu, aktif menulis di media lokal (sejak S1 menghasilkan ratusan artikel) dan media nasional serta artikelnya ilmiah dimuat pada beberapa jurnal ilmiah nasional.
Buku yang ditulisnya tahun 2020 berjudul “Gerakan Laung Bahenda Militansi Orang Dayak Bakumpai Mempertahankan Lahan Gambut dari Ekspansi Perusahaan Perkebunan Sawit di Kalimantan Selatan” adalah buku ketujuh yang ditulis sendiri maupun bersama. Selain itu akan terbit dua buah buku lagi tulisan bersama tentang Dayak Meratus dan Biografi Anang Ardiansyah, Maestro Lagu Banjar. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi Dayak, seperti pengurus Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Pusat, Pengurus Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional Kalsel, dan menjadi dewan pakar pada Dewan Adat Dayak (DAD) Kalsel hingga tahun 2021.
Disela kesibukannya di Yogyakarta menyelesaikan program studi S3nya, via WhatsApp kepada awak media Nasrullah menyampaikan pendapat dan harapannya.
“Ada atau tidak program 100 hari sebenarnya tidak masalah, apabila ada program yang secara konkret melampaui batas waktu itu ingin dicapai Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala sebagaimana visi dan misinya. Namun hal itu tidak ditemukan dalam pernyataan resmi”. Ujar Nasrullah
“Apalagi pencapaian program 100 hari tidak terdengar disampaikan, sehingga tidak ada selebrasi keberhasilan program jangka pendek 3 bulan 10 hari pemkab Batola”. Lanjutnya.
“Dengan demikian, perjalanan program pemerintah kabupaten Batola di bawah Pimpinan Bahrul Ilmi – Herman Susilo tak ubahnya _balarut banyu_ yang mengalir secara alami. Dengan kata lain, roda pemerintah seolah seperti otopilot saja yang tidak perlu dikendalikan secara manual melaluii sentuhan kepemimpinan”. Tegas Nasrullah lagi.
“Jadi yang dibaca oleh publik, pimpinan daerah melakukan agenda insidentil seperti mendatangi daerah bencana dan memberikan bantuan, menghadiri undangan resmi internal maupun luar daerah. Tambahan di masa sekarang, posisi kepala daerah totalitas menjadi humas pemerintah melalui produksi konten untuk publikasi media sosial yang seakan pemilihan kepala daerah dilaksanakan besok”. Ungkap Nasrullah.
“Di balik itu, saya yakin pasangan Bahrul Ilmi dan Herman Susilo sebenarnya memiliki keberhasilan programnya yang perlu diselebrasikan dalam ceremoni pemerintah kabupaten untuk masyarakat Barito Kuala. Sehingga 100 hari adalah halte pemberhentian untuk melihat perjalanan telah sampai di mana, apa yang dilalui, turun naik penumpang dan barang”. Harapan Nasrullah
“Hanya saja hal ini seolah abai dilakukan. Saya tidak tahu, apakah orang-orang di lingkaran terdekat kepala daerah dan wakilnya ini melewati moment penting tersebut, ataukah menganggap 100 hari hanya dilewati saja. Maka betapa irinya warga Batola melihat kepala daerah lain merayakan program 100 hari kepemimpinannya”. Tegas Nasrullah.
Tokoh pemuda Barito Kuala yang sering dipanggil RAN Maulana mengatakan kepada awak media via WhatsApp “Harapan saya 100 hari kerja Bupati bisa dilanjutkan dan terus ditingkat kan lagi, terutama kecamatan Alalak yang terlihat kumuh dengan adanya pedagang-pedagang yang tidak patuh pada PP daerah,supaya diberi solusi dan tindakan nyata supaya Batola tambah maju sebagai penunjang IKN”. Ujar RAN Maulana.
Kabiro KPK Barito Kuala
SR. Dayak(kpk)