
KOMPASPEMBURUKEADILAN.COM
SOPPENG – Kondisi Pasar Cabbenge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, kian memprihatinkan. Sejumlah pedagang mengaku bingung dan kecewa karena pasar yang menjadi tempat mereka mencari nafkah itu tak kunjung dibenahi dan semakin semrawut. Mereka mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Soppeng, khususnya di bawah kepemimpinan Bupati Suwardi Haseng dan Wakil Bupati Selle KS Dalle (Sukses), untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan yang berlarut-larut ini.
“Kita tidak tahu apa masalahnya, pasar ini seperti dibiarkan begitu saja. Kami yang jadi korban. Kami berharap Pemda yang baru ini segera menyelesaikan persoalan pasar ini,” keluh salah seorang pedagang yang ditemui di lokasi, Kamis (20/6).
Ia juga mempertanyakan mengapa bangunan pasar yang sudah dibangun sejak lama itu tidak bisa difungsikan secara optimal. “Kalau tidak bermasalah, kenapa tidak bisa digunakan dengan baik? Kenapa tidak diperbaiki lagi?” tambahnya.
Dari pantauan langsung di lapangan, kondisi pasar memang terlihat tak terurus. Banyak kios belum rampung dibangun, bahkan tidak layak digunakan. Akibatnya, ratusan pedagang memilih berjualan di luar area pasar.
“Bagaimana kami mau masuk ke dalam kalau bangunannya belum selesai? Tempatnya tidak layak untuk jualan,” ujar pedagang lainnya.
Para pedagang juga mengingatkan Bupati Suwardi Haseng terhadap janji politiknya yang pernah disampaikan saat kampanye Pilkada lalu. “Waktu kampanye dulu, Pak Suwardi pernah datang dan berjanji akan membenahi Pasar Cabbenge. Sekarang beliau sudah jadi bupati, kami minta agar janji itu direalisasikan,” tegas seorang pedagang yang mengaku sudah puluhan tahun berjualan di sana.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Pemda Soppeng terkait kelanjutan pembangunan maupun rencana penataan pasar tersebut. Dua instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan dan pengawasan, yakni Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Soppeng, belum memberikan tanggapan resmi.
Sebagai informasi, proyek pembangunan Pasar Cabbenge awalnya dilaksanakan oleh PT Pelita Griya Asrimuda pada tahun 2003 dengan nilai anggaran mencapai Rp8 miliar. Namun hingga kini, fasilitas penting seperti terminal dan pelataran parkir belum juga rampung.
Ketidakjelasan nasib Pasar Cabbenge menjadi ironi tersendiri, apalagi pasar ini berada di kampung halaman Bupati Suwardi Haseng sendiri. Harapan besar masyarakat agar pasar ini segera dibenahi kini kembali disuarakan dengan tegas. (*)