
SUBAH – Kompaspemburukeadilan.com-Kondisi memprihatinkan terjadi di Desa Tebuah Elok, khususnya dijalur yang menghubungkan Dusun Elok Asam dengan beberapa dusun lain.
Tidak ada jembatan yang dibangun Pemda Sambas, warga terpaksa menerjang banjir agar bisa terhubung dengan wilayah lainnya.
Beberapa tahun yang lalu, pernah ada jembatan penghubung yang dibangun oleh Tim Bakmie Loncat Jakarta, namun hampir tiga tahun ini jembatan tersebut rusak parah dan tidak layak dilalui oleh kendaraan karena hampir roboh.
Kondisi ini memaksa warga setempat harus melintasi aliran sungai agar bisa mengeluarkan hasil perkebunan dan pertanian, mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan serta berbagai aktivitas ekonomi mereka.
“Kami merasa dianaktirikan, karena minim pembangunan yang benar-benar menyentuh fasilitas dasar masyarakat,” ungkap salah seorang warga, sebut saja namanya Iyan.
Dengan kondisi jalan yang masih memprihatinkan, masyarakat mengharapkan paling tidak Pemerintah Kabupaten Sambas dapat memperhatikan pembangunan jembatan.
Karena menurut Iyan, jalan rusak dan sebagian tanah masih bisa ditempuh meskipun berat dan tidak mudah, namun setidaknya yang lebih dulu menjadi perhatian adalah pembangunan jembatan.
“Seperti yang baru-baru ini kami alami, ketika banjir datang, akses kami terputus. Sungai yang biasa diseberangi meluap,” ungkapnya lagi.
Meski saat ini kondisi negara sedang melakukan efisiensi, Iyan berharap agar pembangunan infrastruktur di Desa Tebuah Elok kedepan dapat menjadi pokok perhatian.
“Kami masyarakat disini bisa dikatakan sangat lambat menerima pembangunan dibanding daerah-daerah lain,” pungkasnya.
( Yulius Abi_kpk )