
OganIlir, Kompaspemburukeadilan.com
Al-Arif billah As-Syaikh Kiai Haji Bahri bin Pandak (biasa dikenal sebagai KH. Bahri bin Pandak atau Kiai Bahri), seorang ulama kharismatik legendaris asal Sumatera Selatan.
Beliau lahir pada tahun 1916 di Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.
Sejak muda, beliau berkelana menuntut ilmu agama mulai dari Pondok Pesantren di Sakatiga, lalu menghafal Al-Qur’an ke Banten, hingga akhirnya hijrah ke Mekkah Al-Mukarramah untuk memperdalam ilmu syariat kepada ulama-ulama besar di sana.
Beliau juga dikenal bersahabat erat dengan ulama besar Nusantara di Makkah, Syekh Yasin Al-Fadani.
Setelah kembali ke tanah air, beliau mengabdikan diri dengan menyebarkan ilmu agama dan berdakwah mengajar dikalangan masyarakat setempat.
Pada tahun 1981, beliau mendirikan Pondok Pesantren Ma’hadul Haramain di kampung halamannya, Desa Tanjung Atap.
Di kalangan masyarakat beliau sangat dihormati dan sering disebut-sebut sebagai salah satu Waliyullah (Wali Qutub) karena ketakwaan dan cerita karomah yang melekat pada kisah hidupnya.
Dalam kehidupan sehari -hari, Kiai Bahri dikenal sebagai pribadi yang sabar, rendah hati, dan sering membantu masyarakat sekitarnya.
Beliau juga berperan penting dalam dakwah dalam penyebaran agama Islam diwilayah Ogan Ilir .
Melalui pengabdian dan keteladanannya, beliau telah memberikan kontribusi besar dalam pembinaan kehidupan keagamaan bagi masyarakat.
Selain berdakwah, Kiai Bahri juga mendirikan masjid dan madrasah yang menjadi pusat perhatian kegiatan ibadah, pendidikan dan pembelajaran agama bagi masyarakat.
Hinggah saat ini, makam serta tempat tinggalnya masih sering dikunjungi oleh peziarah dan jamaah serta majelis taklim dari berbagai daerah. (Basith)