Acil Arfah, Gelisah Menyampaikan Kebenaran.

Acil Arfah, Gelisah Menyampaikan Kebenaran.

Marabahan, kompaspemburukeadilan.com Arfah anggota DPRD Batola dari Partai Gerindra, memilih panggilan Acil Arfah Harman di media sosial. Acil adalah sebutan tante dalam kekerabatan orang Banjar, sedangkan Harman adalah nama orang tua laki-lakinya.

Ia telah lama menyimpan gelisah karena melihat kecilnya anggaran pendidikan. Bermula dari pengalaman sewaktu menjabat sebagai Kabid PAUD dan Kesetaraan di Dinas Pendidikan yang memahami betul situasi pendidikan di Batola.

Dari seorang birokrat di Pemkab Batola, Acil Arfah terpikir banting setir menuju jalan lain untuk meningkatkan anggaran pendidikan dengan menjadi wakil rakyat. Pilihan acil Arfah sebagai politisi berisiko, sebab bisa saja ia tidak terpilih sebagai wakil rakyat Batola.

Acil Arfah tidak bertepuk sebelah tangan, ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Barito Kuala selama dua periode yakni periode 2019 – 2024 dan periode 2024 – 2029.

Misi acil Arfah terang benderang memperjuangkan anggaran pendidikan “Acil akhirnya terpanggil untuk mencalon menjadi anggota DPRD, dengan harapan bisa membantu di bidang pendidikan karena pada saat itu anggaran untuk dinas pendidikan cuma 20%, menurut acil sangat sedikit sementara kebutuhan pendidikan perlu anggaran dana yang cukup besar.” Paparnya kepada Surya wartawan KPK, Kamis (3/7).

Pilihan acil Arfah memperjuangkan pendidikan bukan tiba-tiba. Panggilan itu datang dari latar belakang pendidikan S1 yakni Administrasi Pendidikan Universitas Ahmad Yani. Acil Arfah mendapatkan gelar Doktoranda tahun 1992.

Padahal jika tidak ingin berisiko, Acil Arfah dapat menghabiskan masa PNS yang tersisa 4 tahun sebelum pensiun. Panggilan hatinya untuk berkiprah sebagai politisi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tak terbendung.

“Di saat menjabat, acil melihat keterbatasan anggaran untuk dinas pendidikan. Setiap usulan anggaran harus melalui atensi terlebih dulu ke DPRD. Melihat posisi DPRD saat itu yang menentukan disetujui atau tidaknya usulan anggaran untuk Dinas Pendidikan.” Kenang Acil Arfah

Baca Juga  Beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Menggelar Aksi Di Kejati Kalsel.

Acil Arfah berhasil mengemban misi dari bupati Noormiliyani yakni menjalankan program satu desa satu PAUD. “Juga banyak membantu serta memperjuangkan guru honorernya.” Terangnya. Keberhasilan itu membuat acil Arfah mendapatkan catatan khusus di benak konstituen.

Acil Arfah pun menyampaikan rahasianya tetap bertahan sebagai wakil rakyat. “Ada harapan besar untuk terus membantu mereka dalam bidang pendidikan. Selama ini, acil selalu menjaga komitmen memenuhi apa yang disampaikan masyarakat pada saat reses. Acil perjuangkan dan alhamdulillah sudah banyak yang terealisasi di masyarakat. Sehingga membuat kepercayaan masyarakat semakin bertambah dan tetap menginginkan acil kembali duduk sebagai wakil rakyat. Jadi apa yang kita tanam itu yang akan kita petik.” Tegas Acil Arfah.

Meskipun duduk sebagai wakil rakyat, ternyata memperjuangkan kepentingan konstituen dan umumnya kepentingan masyarakat Barito Kuala tidaklah mudah. Padahal DPRD berfungsi pengawasan, perda dan penganggaran.

“Jadi salah satu tantangannya adalah setelah kita melihat kekurangan di daerah kita, kemudian kita melaksanakan studi banding ke daerah yang sudah maju. Terkadang apa yang kita sarankan kepada pemerintah daerah tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah daerah karena keterbatasan anggaran dan kurangnya SDM-nya” Tegas politisi Partai Gerindra ini.

Aktif Bermedia Sosial

Guna menghadirkan dirinya ke publik secara langsung, acil Arfah memilih aktif di media sosial. Ia memasang kata-kata “Jangan pernah menyerah untuk sebuah perjuangan yg ingin dicapai” pada akun media sosial di Facebook.

Menurutnya, keaktifan di sosial media akan lebih mudah menerima keluhan masyarakat karena bisa langsung berkomunikasi dan cepat menerima segala informasi yang disampaikan masyarakat.

“Sebagai contoh, masyarakat bisa langsung menyampaikan jalanan yang rusak lengkap dengan foto dan video serta lokasinya. Meskipun bukan di Dapil (daerah pemilihan), acil akan langsung menyampaikan kepada anggota dewan lainnya yang terpilih di dapil tersebut.” Paparnya.

Baca Juga  Audiensi Serikat Pekerja SBKS , Dengan ( PT.BBT ) Yang Di Mediasi Oleh Dinaker Kota Cilegon

Melalui media sosial, acil Arfah terpantau cukup vokal mengkritisi kebijakan pemerintah kabupaten. Namun ia mengelak jika disebut sebagai orang yang paling vokal.
Menurutnya bukan hanya dia yang paling vokal terhadap kebijakan pemerintah yang tidak sesuai, sebab ada yang lebih keras. Sebagai seorang politisi, acil Arfah menjawab secara diplomatis,.

“Daerah kita lebih mengutamakan adab dan saling menghormati jadi cukup di dalam ruangan saja. Tidak seperti acil yang lebih aktif di sosmed sehingga terlihat seakan acil yang sangat vokal. Prinsip wajib menyampaikan suatu kebenaran.”
Acil Arfah yang vokal sebagai wakil rakyat, diimbangi kecintaannya pada sebuah lagu dengan bait romantis “Sopan santunmu menyejukkan kalbu//Tutur sapamu hai semanis madu”.

Biodata singkat
Nama : Dra. Arfah
Tempat Tanggal Lahir : Barito Kuala, 15 Juni 1966
Pendidikan terakhir : S1 Administrasi Pendidikan Universitas Ahmad Yani
Karier:
1. Birokrat : Kabid Perpustakaan dan Arsip Batola (2018)
2. Politisi : Ketua DPC Gerindra Kabupaten Barito Kuala

SR Dayak (kpk)

Alamat Redaksi

Jl. Andi Sammeng lorong pasar Kalola RW/RW : 002/002 Dusun Awotarae Desa, Kalola Kecamatan. Maningpajo Kabupaten Wajo.Provinsi Sulawesi Selatan Kode Pos: 90952

Kontak person
Redaksi@kompaspemburukeadilan.com
0852-5551-4777

Copyright © 2023 Kompaspemburukeadilan.com