Bahkan Nabi Pun Pumya ‘Pembisik”

Bahkan Nabi Pun Pumya ‘Pembisik”

Kompaspemburukeadilan.com

SOPPENG — Istilah “pembisik” tiba-tiba mencuat dan menjadi sorotan di tengah kondisi sosial Soppeng yang selama ini relatif stabil. Istilah itu terlontar dari seorang tokoh pemimpin partai politik populer di daerah ini, menyindir adanya sekelompok pihak di sekitar Bupati Soppeng yang disebut-sebut dapat memengaruhi kebijakan sang kepala daerah, khususnya terkait hubungan eksekutif dan legislatif.

Padahal, keberadaan pembisik bagi seorang pemimpin bukanlah hal baru. Bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri memiliki para sahabat yang kerap dijadikan tempat meminta nasihat, menerima masukan, hingga mendapatkan pertimbangan sebelum memutuskan berbagai perkara umat. Mereka bukan hanya dekat dari sisi pribadi, tetapi juga dapat diandalkan dari sisi pemikiran dan integritas.

Sejarah mencatat para sahabat seperti Abu Bakar Ash‑Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, juga para sahabat lainnya seperti Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdullah bin Abbas, Muadz bin Jabal, hingga sosok jenaka Nuaiman, yang selalu berada dekat dengan Nabi, memberi pertimbangan, bahkan memberi masukan kritis ketika diperlukan.

Namun, tak dapat dipungkiri, Nabi juga pernah menghadapi pembisik hoaks yang nyaris memicu pertikaian. Hal ini yang kemudian menjadi sebab turunnya Surat Al‑Hujurat (49): 6, yang mengingatkan umat agar selalu melakukan tabayyun — memeriksa, mengklarifikasi, dan memastikan kebenaran sebuah informasi sebelum bertindak, guna menghindari fitnah, prasangka buruk, atau konflik yang tak perlu.

Seorang pemimpin memang tak pernah bisa berdiri sendiri. Ia membutuhkan para pembisik sebagai tenaga ahli, sebagai penasihat, bahkan sebagai “cermin” bagi dirinya sendiri. Pembisik yang baik dapat membantu pemimpin keluar dari jerat permasalahan, sedangkan pembisik yang membawa hoaks dapat menghancurkan dari dalam.

Karena itu, terkait ucapan soal pembisik di Soppeng saat ini, publik pun bertanya: siapa sosok yang dimaksud? Siapa pembisik itu? Penting bagi semua pihak untuk mengutamakan tabayyun, agar tidak jatuh dalam kesalahpahaman atau saling menyalahkan.

Seperti kata pepatah, “Buruk muka, cermin dibelah” — jangan salahkan pihak lain untuk kesalahan yang juga mungkin kita buat sendiri. Pembisik memang selalu ada, tetapi yang perlu dijaga adalah integritas dan niat baik dari semua pihak agar Soppeng tetap kondusif, bermartabat, dan penuh kerja nyata bagi masyarakat.

 

Alamat Redaksi

Jl. Andi Sammeng lorong pasar Kalola RW/RW : 002/002 Dusun Awotarae Desa, Kalola Kecamatan. Maningpajo Kabupaten Wajo.Provinsi Sulawesi Selatan Kode Pos: 90952

Kontak person
Redaksi@kompaspemburukeadilan.com
0852-5551-4777

Copyright © 2023 Kompaspemburukeadilan.com