
KompasPemburuKeadilan.com
TANA TORAJA
Sabtu itu, langit Makale masih gelap. Udara dingin menusuk. Sebagian orang masih terlelap dibalik selimut tebalnya.
Tapi tidak untuk sebuah masjid kecil di Kelurahan Tondon. Lampu Masjid Sanawi Nurul Hidayah sudah menyala terang. Suara azan Subuh membelah kesunyian pagi itu, Sabtu (7/11/2026).
Dan di antara jamaah yang datang, ada sosok yang tidak asing lagi bagi warga Tana Toraja. Ia bukan datang dengan sirine, bukan dengan rombongan patroli. Ia datang dengan langkah pelan, dengan kopiah dan sarung, layaknya jamaah biasa.
Dialah Kapolres Tana Toraja, AKBP Arwansa, S.H., S.I.K., M.H.
Pagi itu, orang nomor satu di Polres Tana Toraja itu kembali menjalankan program yang ia cintai, Subuh Keliling atau yang akrab disebut Suling.
Didampingi para Pejabat Utama Polres Tana Toraja, beliau ikut duduk bersimpuh, mengikuti salat Subuh berjamaah hingga selesai. Tidak ada jarak. Tidak ada sekat pangkat. Yang ada hanya kebersamaan antara polisi dan masyarakat dalam satu saf yang sama.
Usai salat, suasana berubah menjadi lebih hangat. Kapolres tidak langsung pulang. Beliau justru duduk berlama-lama. Ngobrol, bersalaman, tertawa kecil bersama imam dan pengurus masjid.
Di situlah dialog yang sesungguhnya terjadi. Bukan dialog di ruang rapat yang kaku, tapi dialog dari hati ke hati. Mendengarkan apa yang dirasakan warga, apa yang dikeluhkan warga, dan apa yang diharapkan warga dari Polri.
Bagi AKBP Arwansa, inilah cara Polri yang sebenarnya.
“Polri tidak hanya hadir saat ada masalah saja. Kami ingin hadir sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri. Lewat Subuh Keliling ini, kami ingin silaturahmi tetap terjaga, komunikasi tetap terbuka, dan kami bisa mendengar langsung apa kata masyarakat,” tutur beliau dengan nada tenang namun penuh ketulusan.
Di hadapan tokoh agama yang hadir, Kapolres juga menitipkan pesan yang dalam. Ia mengajak semua pihak untuk terus menjaga kebersamaan, merawat toleransi yang selama ini sudah menjadi kekuatan di Tana Toraja, dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Karena menurutnya, keamanan itu bukan hanya tugas polisi yang berseragam. Keamanan itu adalah tugas kita semua.
“Kalau kita semua saling jaga, saling peduli, maka Tana Toraja ini akan selalu aman dan damai,” tambahnya.
Pagi itu pun ditutup dengan doa dan jabatan tangan yang erat. Wajah-wajah jamaah terlihat tersenyum. Mereka merasa dihargai, merasa didengarkan, merasa polisi begitu dekat dengan mereka.
Melalui Subuh Keliling ini, Polres Tana Toraja membuktikan satu hal, bahwa pendekatan yang paling kuat bukanlah dengan kekuatan, tapi dengan kehadiran yang tulus dan silaturahmi yang tidak pernah putus.
Polri yang humanis, Polri yang dekat, dan Polri yang dicintai masyarakat, itulah yang sedang dibangun oleh AKBP Arwansa di tanah Tana Toraja.
Colombus