
Sampit Kalimantan Tengah, Kompaspemburukeadilan.com
Masih Teringat dalam benak Kita Tentang dugaan penipuan berkedok dana investasi yang dilakukan HERLIYANI warga Sampit dan IDA SUSILAWA TI Alias LUSI Kepada H IDHAM CHALID dan HASRUL SAYUTI warga kabupaten Kutai Kartanegara provinsi Kalimantan timur hingga dana mereka sejumlah Rp 40 juta demi memperoleh dana 4 Milliar yang di serahkan kepada HERLIYANI dan IDA SUSILAWATI lewat transfer bank raib begitu saja dan sampai saat ini belum dikembalikan dan HERLIYANI hanya memberi janji janji palsu dan kebohongan selama berbulan bulan dengan alasan yang tidak masuk akal
Dalam rekaman suara atau voice note yang dikirim Herliyani pada Rabu 1 Oktober 2025 justru sangat mengejutkan Pihak korban H Idham Chalid, karena dalam rekaman suara itu dengan beraninya Herliyani Mengatakan bahwa, pendanaan grup mereka atau grup Ida Susilawati alias Lusi adalah grup yang mengelola dana hasil korupsi yang bekerja sama dengan kejaksaan ,tim jenderal,KPK, OJK,PPATK dan mereka di minta untuk menjalankan dana kirupsi tersebut dan keuntungan menurut HERLIYANI akan masuk ke kas negara, masih menurut HERLIYANI bahwa, karena ini adalah uang korupsi,jadi prosesnya agak ribet,tapi semuanya akan kelir ,karena tinggal menunggu satu lagi yang kita butuh untuk tanda tangan,yaitu KPK,inilah yang bikin lama menurutnya KPK belum tanda tangan, sedangkan dana segar saja susah di cairkan,apa lagi dana rampasan hasil korupsi yang di percayakan ke kami untuk mengelola dan berbagi hasil dengan negara ungkap Herliyani.

H idham bahkan di minta bersabar oleh HERLIYANI karena tinggal menunggu KPK tanda tangan dan dana ini sudah cair dan sudah bisa berbagi karena uang yang akan di cairkan Ida Susilawati Alas LUSI ini jumlahnya Rp 350 Milliar ungkap Herliyani dengan penuh kebohongan tanpa merasa bersalah sedikit pun telah menggunakan uang orang lain puluhan juta dengan cara ilegal dan meminta untuk bersabar,sebab grup para jenderal pun demikian pada gaduh menurutya, pihak bank tinggal menunggu KPK datang kerena sudah pada gaduh semua ,tapi jangan khawatir karena ini kerja sama mabes polri dan TNI serta Kopasus juga, jadi H Idham dan Hasrul Sayuti tiap hari di minta bersabar tanpa kepastian .
Tapi yang mengherankan, kenapa pihak berwajib tidak mengamankan atau menangkap orang seperti Herliyani dkk ini tanpa harus menunggu laporan masyarakat, ini sudah jelas meresahkan karena menyebut dan melibatkan beberapa institusi negara sebagai mitra kerja sama usaha bodong mereka dalam menipu masyarakat.. seharusnya pihak kepolisian Kotawaringin Timur atau Polsek Baamang menangkap orang ini karena takutnya timbul korban lain atas ulah mereka,bahkan HERLIYANI dengan ,,bangga mengirim foto foto tim mereka pada saat beraktivitas,apa kah foto itu benar atau tidak walahuallam,hanya Herliyani yang tahu dan sebagai masyarakat Kalteng khususnya Kotawaringin Timur harusnya malu karena mereka menipu orang jauh dari Kalimantan timur . (Tim)