
Palu Sulteng KompasPemburuKeadilan
Ada banyak manfaat ketika seseorang terus berkarya, terutama saat memasuki usia senja atau pensiun. Berkarya tidak hanya tentang menghasilkan uang, tetapi juga tentang menjaga kualitas hidup secara fisik, mental, dan sosial.
Hal yang luar biasa Itulah yang di lakoni Hj Mas’smah Mufti SS,MPd yang banyak menyebutnya “Bukan Wanita Biasa”,betapa tidak, di usianya yang tidak dapat lagi di katakan muda karena sudah 70an tahun,biasanya di usia lanjut semacam ini sudah banyak para wanita lebih memilih beristirahat dan berdiam di rumah menjalani masa tua.tapi tidak dengan wanita asal ci rebon Jawa barat yang mengakhiri masa pensiunnya ini seagai pendidik di Madrasah Aliyah Negeri 2 palu, di karenakan dirinya merasa kaku jika tidak berkegiatan atau berkarya, bagi masamah yang juga mantan dosen Fakultas Sastra Unisa Palu ini. Usia baginya hanyalah hitungan angka yang tidak bisa jadi hambatan untuk terus melakukan kebaikan.
Meski tidak aktip lagi mengajar, pembina dari beberapa sanggar seni dan yang aktip sebagai pengurus Dewan Kesenian Palu Dan Sulawesi Tengah ini, tetap rutin
mendonorkan darah dan bahkan bekerja sama dengan PMI untuk membantu sesama manusia yang membutuhkan donor darah dalam berbagai jenis bahkan rumahnya pun di jadikan sekretariat Donor Darah,selain itu mantan ketua IPPNU dan dan wakil ketua Fatayat NU yang juga mantan bendahara KNPI Sulteng yang di usianya yang senja ini juga membuka taman bacaan masyarakat yang sekaligus sebagai koordinator untuk mengajari anak anak serta kegiatan majelis pengajian untuk ibu ibu.
Julukan pada dirinya bukan wanita biasa, benar benar nyata,karena selain melahirkan puluhan karya tulis dan ratusan puisi serta puluhan piagam penghargaan, ibu dari Titin Fatimah SPd,I, MPd,I ,Na’rifa Nurmala S,SI,MPd, serta Nugraha Ningsih SS,MPd dari suami Drs HM Amin Syam MAg putra Belawa Sulsel ini telah berkeliling di beberapa negara Asia dan Eropa serta keaktifannya berkarya membawanya di undang oleh menteri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia ke jakarta untuk menerima penghargaan.
Selain itu mantan sekretaris umum Sanggar Teater Al IHKSAN BKPRMI palu di zaman Muliady Muhammad Djufri selaku ketua Umumnya ternyata juga adalah seorang ketua RT yang mengurusi beraneka ragam kepentingan warga yang seharusnya tugas ini di emban oleh seorang pria,tapi tetap dipikul oleh dirinya yang benar benar bukan wanita biasa ini, semoga tetap sehat dan menjadi motivasi bagi semua wanita bahwa, hidup ini terus berjalan dan harus di sikapi dengan banyak melakukan kebaikan (MURI)