
Tolitoli Sulteng Kompaspemburukeadilan.com
Satu demi satu dugaan penyala gunaan anggaran pemerintah desa labuanlobo yang di pimpin Basir Abbas selaku kades, betapa tidak,masyarakat mengetahui akan di laksanakan upacara perayaan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang 2025 yang alokasi anggarannya dalam APBDes berjumlah Rp 55 000 000.tapi kegiatan itu tidak di laksanakan karena desa itu di anggap bermasalah oleh ulah sang kades yang cenderung bertindak arogan dan semena mena, terlebih ketika ada masyarakat dan perangkat desa yang menyampaikan saran dan pendapatnya,selalu diancam untuk di berhentikan jika saran itu tidak sejalan dengan sang kades ungkap salah seorang tokoh masyarakat Labuanobo , mungkin karena dirinya merasa di bekingi oleh bupati Tolitoli Amran Yahya,karena menurutnya sudah terbukti waktu beberapa anggota BPD yang tak ingin tanda tangan APBDes karena di nilai banyak ketimpangan yang tak sesuai dengan fakta di lapangan , mereka para anggota BPD tersebut lansung di panggil menghadap bupati tolitoli Amran Yahya dan bahkan kedua anggota BPD tersebut berujung pada pemberhentian secara sepihak karena di nilai membangkang pada perintah bupati Tolitoli ujar sang kades Basir Abbas yang di konfirmasi media ini beberapa Minggu lalu.
Seharusnya jika kegiatan upacara perayaan HUT Republik Indonesia tidak jadi di laksanakan harusnya di buat APBDes perubahan tegas tokoh masyarakat yang tidak ingin di ekspos jati dirinya tersebut..bahkan dirinya sangat berharap kepada pemerintah desa agar lebih terbuka dalam pengelolaan anggaran dan pertanggung jawabannya, tidak perlu jadi donatur tetap pada atasan yang mungkin jika suatu saat kades atau yang perangkat desa lainya di tangkap karena terlalu banyak ADD di gunakan untuk menyogok menutupi kejahatan, dan belum tentu para atasan itu siap membantu atau menolong,karena menurut sang tokoh masyarakat tersebut bahwa Rana politik ini,adalah Rana pencitraan yang kadang kadang oknum politisi jika bicara tak sesuai dengan faktanya.. selalu ingin terlihat baik bak dewa penolong,padahal sesungguhnya mereka sebahagian adalah maling yang ikut memeras para kepala desa dan menggerogoti ADD.
Jadi intinya,mendingan beli ara kades memperbaiki sikap dan menjaga hubungan dengan masyarakat, karena yang memberimu amanah dan memilihmu jadi pemimpin adalah masyarakat mu, bukan bupati atau gubernur atau pun camat dan penjabat lainnya..sekali lagi yang memiliki hak untuk memilih pemimpin itu adalah masyarakat mu, bukan hanya berhak memilih kades ,tapi juga memilih,bupati,walikota dan gubernur ,bahkan memilih presiden.. jadi tidak perlu cari muka kepada mereka mereka itu,meskipun harus tetap menghormati dan menghargai serta mentaati mereka sebagai atasan..tapi bukan ta’at pada pelanggaran aturan dan perundang undangan tegas tokoh masyarakat tersebut.
Sebelum berita ini rilis ,media ini mencoba mengkonfirmasi kebenaran laporan masyarakat ini lewat WhatsApp kepada Basir Abbas selaku kades,tapi sayangnya tidak pernah di balas, demi an pun kepada Asdar selaku sekdes,tapi juga tidak di balas dan bahkan nomor jurnalis kami yang berniat baik untuk ber konfirmasi justru Nomornya di bloki oleh pak sekdes yang diduga telah menguasai pemerintahan desa labuanlobo karena keluarganya paling banyak kerja jadi aparat desa meskipun tidak aktip,gajinya jalan terus,karena terlalu banyak kesalahan,jadi wajar jika memblokir wartawan karena takut kedoknya terbongkar. Bersambung. ((TIM).