
WWW.KOMPASPEMBURUKEADILAN.COM
SIDRAP, – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap tanggal 2 Mei seharusnya menjadi momentum refleksi bersama atas arah dan kemajuan pendidikan di Indonesia. Mengusung tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan ini semestinya tidak berhenti pada tataran seremoni seremonial belaka. Bagi kami di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidrap, tema ini justru menjadi panggilan untuk mengevaluasi secara jujur realitas pendidikan di daerah kita, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun peradaban dan membentuk sumber daya manusia yang unggul, kritis, serta adaptif. Namun, cita-cita “pendidikan bermutu untuk semua” di Kabupaten Sidrap masih menghadapi tantangan berat dan kesenjangan yang nyata.
Sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial, PMII Sidrap menyoroti tiga permasalahan utama pendidikan di Sidrap yang membutuhkan keseriusan dari Dinas Pendidikan dan seluruh stakeholder terkait:
1. Tingginya Angka Anak Putus Sekolah
Pendidikan adalah hak konstitusional setiap warga negara. Namun, di lapangan, kita masih menyaksikan banyaknya anak-anak di Sidrap yang terpaksa putus sekolah sebelum menyelesaikan pendidikan dasar maupun menengah. Faktor ekonomi, keterbatasan akses, hingga pernikahan usia dini sering kali menjadi pemicu utama. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan tidak boleh tinggal diam. Harus ada intervensi kebijakan yang konkret, seperti penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran dan pendampingan psikososial agar anak-anak di Sidrap dapat terus mengenyam pendidikan tanpa terhalang beban ekonomi.
2. Infrastruktur Sekolah yang Belum Merata
Kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Sidrap masih menunjukkan kesenjangan yang mencolok antara wilayah perkotaan dan wilayah pelosok atau desa. Masih terdapat sekolah-sekolah yang fasilitasnya belum memadai, minimnya akses air bersih, serta kondisi gedung yang memerlukan perbaikan mendesak. Pembangunan fisik yang merata bukan sekadar pelengkap, melainkan prasyarat mutlak untuk menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi.
3. Sebaran Guru yang Belum Merata
Kesejahteraan dan kualitas tenaga pendidik merupakan kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Di Kabupaten Sidrap, kita masih dihadapkan pada persoalan klasik berupa penumpukan tenaga pendidik (guru) di wilayah perkotaan, sementara sekolah-sekolah di pelosok kerap mengalami kekurangan tenaga pengajar. Ketimpangan ini berdampak langsung pada kualitas pembelajaran siswa di daerah pinggiran. Negara, dalam hal ini pemerintah daerah, harus menjamin pemerataan sebaran guru serta memastikan kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi para pendidik agar mereka dapat menjalankan perannya secara optimal.
Seruan PMII Sidrap
PMII Sidrap mengingatkan bahwa masa depan Kabupaten Sidrap sangat bergantung pada bagaimana sistem pendidikan kita hari ini dirancang dan dijalankan.
Pendidikan harus benar-benar inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Oleh karena itu, kami mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap dan seluruh stakeholder terkait untuk:
• Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data angka putus sekolah dan menyusun program pencegahan yang kolaboratif.
• Memprioritaskan pemerataan infrastruktur sekolah yang berkeadilan di seluruh kecamatan.
• Menata kembali sebaran guru yang proporsional dan meningkatkan dukungan kesejahteraan bagi para pendidik di daerah pelosok.
Mari jadikan peringatan Hardiknas 2026 ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum perbaikan nyata. Pastikan konstitusi hadir di setiap ruang kelas, di setiap desa, dan di setiap mimpi anak-anak Sidrap tanpa kecuali.
Oleh: Ketua PMII Sidrap Ewin Putra, S.H