Kejelasan Lahan Sawit Poktan Bagendang Raya Semakin Tidak Jelas Dan Pemerintah Terkesan Tutup Mata. Ada Apa?

Kejelasan Lahan Sawit Poktan Bagendang Raya Semakin Tidak Jelas Dan Pemerintah Terkesan Tutup Mata. Ada Apa?

Sampit Kalteng Kompaspemburukeadilan.com

Sungguh Miris Nasib Ratusan Anggota Kelompok Tani Bagendang Raya Yang Sudah Sebulan Terakhir ini Tidak Bisa Memanen Buah Sawit Mereka Yang Selama ini Atas izin Menteri Kehutanan Hingga Bisa Bertahan Hidup Dari Hasil Perkebunan Tersebut Selama Lima Tahun Terakhir,Tapi Saat ini Lahan Yang Menjadi Sandaran Hidup Mereka Sudah Semakin Tidak Jelas Statusnya Di Karenakan Adanya Penghianatan Dari Beberapa Oknum Yang Di Manfaatkan Oleh Pihak Lain Untuk Menjadi Dalang Kekacauan Dengan Jalan Melakukan Transaksi Sepihak Tampa Seizin Dari Ratusan Anggota Kelompok Tani Bagendang Raya Kecamatan Mentaya Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur Agar Lahan ini Berpindah hak secara Ilegal..

Dan Yang Menimbulkan Tanda Tanya Berbagai Kalangan Adalah Kehadiran Negara Dalam Hal ini Pemerintah Kecamatan Mentaya Hilir Utara Dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Waringin Timur Terkesan Tutup Mata Dan Bersikap Apatis,Bahkan Cenderung Menjadikan Masyarakatnya Sebagai Lawan Melaporkannya Ke Polda Kalteng,Malah Sudah Ada ASAN BIN IDAI dkk Yang Di Tangkap Dengan Tuduhan Mencuri Sawit Mereka Sendiri Serta Alasan Pengeroyokan Camat Yang Penyebabnya Sengaja Di Ciptakan Oleh Zikrillah Sendiri Sebagai Camat Yang Di Kroyok Oleh Kebanyakan Ibu ibu, Karena Camat Di Duga Sengaja Mengulur Ngulur Waktu Dalam Penanda Tanganan SK Baru Pengurus Gapoktan Yang Pada Kenyataannya Memang Tidak Di Kehendaki Adanya,Tapi Keterlambatan Penanda Tanganan Membuat Waktu Status Quo Yang Di Sepakati Semakin Lama Pula Hingga Kelompok Tani Tak Bisa Memanen Di Lahan Mereka Dan inilah Yang Dengan Sengaja Di Ciptakan Secara Berjamaah Untuk Memicu Emosi Anggota Kelompok Tani Hingga Terjadi Kegaduhan Di Bulan Ramadan Beberapa Waktu Lalu Karena Masalah Perut Masyarakat Yang Butuh Makan.

Menurut Salah Seorang Anggota Kelompok Tani Yang Sebut Saja Bernama Akbar Bahwa, Dirinya Bersama Kelompok Tani Yang Lain Sudah Hampir Kehilangan Kesabaran Karena Merasa Di Perlakukan Tidak Adil Oleh Aparat Kepolisian Yang Diturunkan Kelahan Untuk Melakukan Pengamanan Agar Tidak Ada Kegiatan Apa Pun, Tapi Kenyataannya Ada Dari Pihak PT,SSB Dan Poktan Buding Jaya Justru Di Biarkan Tetap Bisa Panen Dan Bebas Bawa Mobil Keluar Masuk Perkebunan, Sementara Dirinya dkk Tidak Masuk Ada Apa Sebenarnya ?
Dirinya Bersama Kawan Kawan Tidak Ada Lagi Pilihan Lain Selain Tinggal Dan Tidur Di Lahan Tersebut Agar Keadilan Dan Kebenaran Serta Kesepakatan Tetap Terjaga Dan Terpelihara Dengan Tidak Adanya Siapa Pun Yang Boleh Berkegiatan,karena Saat ini Menurutnya Adalah Masa Masa Sulit Bagi Mereka Karena Rumit Sudah Membedakan Antara Kawan Dan Lawan Hingga Tidak Bisa Muda Percaya Kepada Siapa Pun,Apa lagi Masalah ini Hanya Terlihat Jalan Di Tempat Tanpa Kemajuan Dan Pengeluaran Terus Terjadi,,Dan Mereka Sudah Bekali Kali Meminta Untuk Melaporkan ATURYADI Ketua Poktan Buding Jaya Dan DADANG Mantan Ketua Gapoktan, Karena Banyak Pihak Menilai Kalau Keduanya Diproses Hukum Masalah ini Akan Terang Benderang Dan Terselesaikan Tanpa Harus Ada Kekerasan Dsn Main Tangkap Sembarangan Tanpa Melihat Sebab Akibatnya, Akbar dkk Tidak Meminta Kepada Pihak Pemerintah Atau Aparat Kepolisian Untuk Membela Mereka,Tapi Cukup Pemerintah Dan Aparat Bersikap Netral itu Sudah Sangat Membantu.Karena Jika Sudah Terjadi Sesuatu Yang Merugikan Semua Pihak ,Tidak Berguna Lagi Kesadaran.

Sementara itu Dr H Yudhi Ananta Pramudya SH,MH Aktivis Dan Wakil Pemimpin Redaksi Bidang Hukum Dan Advokasi Media KPK ini Yang Dimintai Pendapatnya Menyampaikan Bahwa, Masalah ini Bisa Terselesaikan Dengan Baik Asal Semua Piihak Berniat Baik Dengan Mengajarkan Aturan Aturan Yang Baik Terhadap Semua Kelompok Tani, Tidak Boleh Ada pihak Manapun Yang Berniat Mengambil Keuntungan Dengan Masalah ini Yang Bisa Berakibat Fatal Dan Menjadikan Saudara Saudara Kita Para Anggota Kelompok Tani Yang Ibarat Sudah Jatuh Ketimpa Tangga Pula, Artinya Mereka Sudah Susah ,Jadi Jangan Di Buat Tambah Susah Lagi Tegas Yudhi,Dirinya Juga Menegaskan Akan Tetap Memantau Perkembangan Kasus ini Dan Membantu Kelompok Tani Dengan Cara Senyap Yang Tak Perlu di Publik,Tapi Ingat, Siapa Pun Yang Melakukan Tindakan Apa Pun,Baik Secara Individu Maupun Secara Berjamaah Dengan Sengaja Melakukan Perbuatan Melawan Hukum ,Semua Ada Konsekuensinya Karena Diatas Langit ini Masih Ada Langit.(TIM)

Alamat Redaksi

Jl. Andi Sammeng lorong pasar Kalola RW/RW : 002/002 Dusun Awotarae Desa, Kalola Kecamatan. Maningpajo Kabupaten Wajo.Provinsi Sulawesi Selatan Kode Pos: 90952

Kontak person
Redaksi@kompaspemburukeadilan.com
0852-5551-4777

Copyright © 2023 Kompaspemburukeadilan.com