OPINI : Jabatan Adalah Amanah Dan Bukan Pelampiasan Ambisi Pribadi

OPINI : Jabatan Adalah Amanah Dan Bukan Pelampiasan Ambisi Pribadi

Oleh Muliady Muh.Djufri

Kompas Pemburu Keadilan.com.

Jabatan bukanlah pelampiasan ambisi pribadi, tetapi ia adalah amanah” sebuah kutipan atau pernyataan filosofis yang sangat umum di Indonesia, sering kali diucapkan dalam konteks etika kepemimpinan dan pelayanan publik.

Kalimat ini menegaskan bahwa posisi kekuasaan atau kepemimpinan seharusnya diemban dengan penuh rasa tanggung jawab yang besar, bukan untuk memuaskan keinginan pribadi dan keluarga .
Pernyataan ini mencerminkan prinsip-prinsip berikut:

Amanah adalah istilah dari bahasa Arab yang berarti kepercayaan, tanggung jawab, atau mandat. Ini menyiratkan bahwa jabatan diberikan sebagai titipan yang harus dijaga dan dilaksanakan sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat.

Etika dan Moralitas Menekankan pentingnya integritas, kejujuran, dan pengabdian dalam menjalankan tugas.

Prioritas Pelayanan: Pemimpin atau pejabat diingatkan bahwa peran utama mereka adalah melayani masyarakat melalui organisasi atau tim yang mereka pimpin, bukan untuk mencari keuntungan atau popularitas pribadi.

Secara singkat, ini adalah pengingat bahwa, kekuasaan datang dengan kewajiban, dan tujuan utamanya adalah kesejahteraan masyarakat , bukan kepuasan diri sendiri atau kelompok.

Takaran Kemampuan Sebelum menduduki jabatan yang notabene adalah amanah, seharusnya perlu menakar kemampuan yang tidak hanya dari segi finansial,tapi juga kemampuan ilmu dan pengetahuan serta pengalaman yang di miliki dalam rangka kesiapan menggerakkan tim untuk merealisasikan program program yang bersentuhan langsung dengan hajat dan kepentingan masyarakat agar dapat hidup “Makmur Berkeadilan Dan Adil Berkemakmuran”

Interopeksi Diri
Interopeksi diri adalah proses melihat ke dalam diri sendiri untuk meninjau, merenung, dan menganalisis pikiran, emosi, perilaku, serta pengalaman diri secara jujur dan objektif, dengan tujuan memahami diri, mengidentifikasi kelemahan, memperbaiki kesalahan, dan mengembangkan potensi diri menjadi pribadi yang lebih baik. Ini melibatkan refleksi diri yang disengaja untuk belajar dari masa lalu dan membentuk perilaku positif di masa depan. hal ini menjadi sangat penting agar tidak merasa percaya diri secara berlebihan dan memilih berdamai dengan kondisi zaman,terlebih ketika pernah menduduki jabatan atau menerima amanah,tapi tidak memiliki Track record yang baik atau rekam jejak kinerja, perilaku, dan pencapaian positif yang terbukti konsisten di embannya,tapi justru meninggalkan kesan buruk dalam sejarah karena mengabaikan penderitaan masyarakat disebabkan jabatan berupa amanah yang di titipkan hanya di gunakan untuk kepentingan pribadi dan keluarga serta para kroni kroni , hingga kebiasaan buruk ini menancapkan luka yang sangat dalam di hati masyarakat yang sulit untuk di sembuhkan dan hal ini kadang menimbulkan pemikiran di hati masyarakat untuk selalu mencoba dan memilih pemimpin yang baru,yang penuh semangat, enejik, merakyat,rendah hati dan tidak pernah memiliki catatan buruk dalam bermasyarakat.
(Penulis Adalah Kolumnis Dan Pimpinan Umum/Pimpinan Redaksi Media Kompas Pemburu Keadilan)

Alamat Redaksi

Jl. Andi Sammeng lorong pasar Kalola RW/RW : 002/002 Dusun Awotarae Desa, Kalola Kecamatan. Maningpajo Kabupaten Wajo.Provinsi Sulawesi Selatan Kode Pos: 90952

Kontak person
Redaksi@kompaspemburukeadilan.com
0852-5551-4777

Copyright © 2023 Kompaspemburukeadilan.com