
Palu Sulawesi Tengah
Kompaspemburukeadilan.com
Balai Bahasa provinsi Sulawesi Tengah telah mengumumkan secara Resmi pemenang Penghargaan Kebahasaan dan Kesastraan Sulawesi Tengah Tahun 2025.
Ada pun penerima Penghargaan Kebahasaan dan Kesastraan Sulawesi Tengah Tahun 2025. yang berupa Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam memperkaya khazanah sastra Indonesia.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat oleh dewan juri,maka diputuskan para pemenang untuk setiap kategori masing masing adalah :
1,NOMINE PENGHARGAAN SASTRA INDONESIA DAERAH Adalah Agustin Suryaningsih Tarunde.
2.NOMINE PENGHARGAAN PELESTARI BAHASA DAERAH Adalah :
Pardi Salama.
3.NOMINE PENGHARGAAN MAESTRO SASTRA DAERAH Adalah :
Hj Mas’amah Mufti SS,MPd .
4.NOMINE PENGHARGAAN MEDIA BERDEDIKASI DALAM BAHASA INDONESIA Adalah ReferensiA.id.
Sementara itu Muliady Muhammad Djufri Seorang Doktor bahasa yang juga Kolumnis serta Pimpinan Umum/Pimpinan Redaksi Media Kompas Pemburu Keadilan menilai bahwa,apa yang di telah lakukan Balai Bahasa Sulawesi Tengah ini adalah hal yang patut diapresiasi oleh kita semua terkhusus pemerintah daerah setempat, karena kegiatan semacam ini adalah bentuk motivasi dan legitimasi terhadap sastrawan sastrawan daerah yang tentu tidak semuanya dapat di lakukan oleh pemerintah daerah Sulteng ,dan kegiatan Balai Bahasa ini sama dengan membantu dan meringankan sebahagian tugas dari pemerintah daerah hingga harus memperoleh perhatian serius soal program dan kegiatan yang setiap saat di lakukan oleh Balai Bahasa, terkhusus dalam pemberian penghargaan kepada para sastrawan selteng yang masih memiliki kepedulian terhadap eksistensi bahasa daerah di dulteng.

Muliady Djufri juga tak lupa mengucapakan selamat kepada semua kawan kawan yang telah menerima penghargaan agar tetap semangat dalam berkarya walau dalam senyap, terkhusus dirinya berucap selamat kepada sahabatnya Hj Masamah Mufti SS,MPd, di mana mereka memang saling mengenal dekat sebagai sahabat rasa saudara hingga sangat paham benar dengan talenta serta bakat menulis dan membaca puisi kak haja (Sapaan Akrab Masamah Mufti) sejak masih sama di organisasi IPNU dan IPPNU kota palu dan kami masing masing ketua di ormas pemuda N U tersebut.demikian juga di Sanggar Seni,kami selalu bersama,terakhir di pertemukan lagi di kampus UNISA, dan kami juga sama sama sebagai Dosen di Fakultas Sastra, saya kira tidak ada teman beliau yang tahu lebih gamblang tentang kelebihan, semangat, inovasi,kreativitas dan tipe dirinya sebagai pekerja keras dalam bidang seni serta suka menolong dan sangat peka terhadap kesusahan kawan kawannya , kecuali saya,
Masih menurut Muliady bahwa,ada hal yang sering kami kerjakan bareng sebagai sesama aktivis seni waktu itu yang saya yakini tidak ada aktivis mana pun yang menyamaianya yaitu , ketika ada kegiatan Organisasi seperti pentas dan seminar atau rapat yang sering di lakukan di rumah beliau , kami berdua Kakak haji ini, sama sama konsep undangan,sama sama pergi foto copy undangan untuk memperbanyak, terus sama sama antar undangan,dan sama sama pula terlibat dalam membawa acara entah kami sebagai pembawa acara atau kata sambutan karena kami sepaket sama sama ketua di IPNU dan IPPNU dan di sanggar seni AL IHKSAN BKPRMI juga demikian ,kami masing masing Ketua Umum dan Sekretaris Umum ungkap Muliady Mengenang masa masa 30 tahun lalu tersebut,hingga dirinya tidak pernah merasa heran ketika dengan proses panjang yang penuh liku Hj Masamah Mufti dapat Mengantarkan dirinya hingga ke titik yang sangat luar biasa seperti yang kita saksikan saat ini dengan datangnya penghargaan demi penghargaan serta lahirnya. Prestasi demi prestasi yang meski di usianya yang tidak dapat di katakan muda lagi.(TIM)