“Pemicu Hancurnya Persatuan dalam Bernegara”

PEMICU HANCURNYA PERSATUAN DALAM BERNEGARA”

Kompaspemburukeadilan.com,

O P I N I.

Oleh : Muliady Muhammad Djufri

Ciri Ciri dari tela’ah hancurnya sebuah persatuan dalam bernegara bilamana kedaulatan rakyat tidak lagi melegitimasi seluruh kebijakan dan keputusan para Pemimpin atau Aparatur negara karena hadirnya penghianatan, dan sudah tidak linier nya antara UCAPAN dan TINDAKAN dari seorang pemimpin atau Aparatur serta secara nyata memilih warna dalam mengayomi dan mengatasi kemiskinan, ketidak berdayaan serta penderitaan rakyat secara MURNI dan KONSEKUEN

Dengan Fakta yang ada di depan mata inilah menyebabkan Rakyat merasa TERSAKITI dan TERZOLIMI karena merasa di dustai oleh pemimpin yang telah di titipkannya amanah dengan harapan dapat melakukan perubahan, mengayomi rakyat dari penderitaan, menciptakan kesejahteraan untuk semua , tapi justru harapan itu berakhir miris , dimana pemimpin yang mereka idolakan dan percaya, justru menggunakan jabatannya memperkaya diri dan keluarga serta kelompoknya, mereka berbagi jabatan dan berbagi kekayaan diatas penderitaan rakyatnya serta melakukan pembiaran terhadap usaha usaha ilegal yang menguras sumber daya alam yang harusnya hasil dari semuanya di nikmati oleh semua penduduk negeri,tapi karena pemimpin dan oparaturnya bermain kotor hingga hanya segelintir mereka yang menikmati hasil dari persekongkolan busuk dan tak bermoral tersebut.

Dari beberapa gambaran ketidak Adilan inilah sering memicu perselisihan dan berujung pada konflik dan akhirnya memecah persatuan,karena banyak dari rakyat yang telah menyadari bahwa diri mereka hanya di jadikan komoditi politik dalam pencapaian tujuan manusia manusia tak berahlak dan yang tak bertanggung jawab serta yang tidak punya rasa syukur dan terimakasih hingga banyak diantara mereka para rakyat sudah merasa tertipu ini menggunakan haknya untuk mogok massal seperti mogoknya para Buru, Guru,Dokter,supir,pilot,Dosen,Mahasiswa dan PNS serta profesi lainnya..

Coba bayangkan ketika hal ini terjadi di mana mana di republik ini secara bersamaan,apa ada solusi yang akan digunakan untuk menanamkan kembali nilai nilai kebenaran dihati rakyat yang telah tersakiti dan terzolimi untuk kembali memperoleh secuil harapan akan kembali tumbuhnya legitimasi publik atau kepercayaan rakyat ..
Wallahu Allam??? ?????????
Hanya ALLAH SWT yang maha Tahu bagaimana kemudian Sistim pengelolaan dan cara para pemimpin di negara ini yg mirip sistim dagang sate yg sangat merusak tatanan kewajaran kepemimpinan dengan sistim monopoli dan kesengajaan pemiskinan terhadap rakyat sendiri yang hinggap di kepala para pemimpin di negeri ini..

Ada 3 alternatip yg kadang secara terpaksa harus dijalani untuk merespon atau menyahuti keadaan yang memprihatinkan dan sangat buruk yang tak patut di contoh ini ,yakni :
1.Memilih NURUT dan tetap BERTAHAN serta bekerja sama dengan kezolimann asal perut kenyang meskipun harga diri tergadai dan kemerdekaan lenyap.

2.MEMILIH jalan sebagai OPOSISI yang setiap saat melakukan kritisi terhadap ketimpangan dan penghianatan yang di lakukan oleh pemimpin yang zalim meskipun hidup tertatih-tatih.

3.HIJRAH dan pergi sejauh mungkin dengan niat yang baik semisal menuntut ilmu atau mencari penghidupan yang layak bagi kemanusiaan sesuai Undang Undang dan Sunnah..
PILIH YANG MANA?

Penulis Adalah Mantan Korwil Nusantara Corupption Watch Provinsi Kalteng/Kalsel, Sulteng /Sulbar dan Kini Pimpinan Umum/Pimpinan Redaksi Media Kompas Pemburu Keadilan .

Alamat Redaksi

Jl. Andi Sammeng lorong pasar Kalola RW/RW : 002/002 Dusun Awotarae Desa, Kalola Kecamatan. Maningpajo Kabupaten Wajo.Provinsi Sulawesi Selatan Kode Pos: 90952

Kontak person
Redaksi@kompaspemburukeadilan.com
0852-5551-4777

Copyright © 2023 Kompaspemburukeadilan.com