Banyuwangi – kompaspemburukeadilan.com – Kontroversi mengenai penggalangan dana di salahsatu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Banyuwangi semakin memanas. Seorang wali murid, Ari Bagus Pranata, menyuarakan kekecewaannya setelah membayar berbagai biaya ekstrakurikuler, jaringan untuk laptop, kurban, Koordinat Kelas / paguyuban (korlas), dan juga membeli Buku LKS setelah dilakukan pelunasan Berjumlah Rp. 800.000. Namun, kekecewaan Ari muncul …
