Dari RS ke Ruang Kelas: Perjalanan Maaf SPPG Batupapan 1 yang Berujung Pelukan di SMPN 1 Makale

Dari RS ke Ruang Kelas: Perjalanan Maaf SPPG Batupapan 1 yang Berujung Pelukan di SMPN 1 Makale

TANA TORAJA, 16-09-2026

Kompas Pemburu Keadilan

Jauh sebelum konferensi pers digelar, pihak Yayasan Champaca Virginiana selaku pengelola SPPG Makale Batupapan 1 sudah lebih dulu memilih jalan merunduk dan meminta maaf.

*TANGGAL 5 & 8 SEPTEMBER: Menjemput Maaf di 3 Rumah Sakit*

Pada tanggal 5 September, saat sorotan publik masih panas, perwakilan yayasan diam-diam mendatangi siswa-siswi terdampak yang masih dirawat.

Puncaknya pada tanggal 8 September. Bersama “Ibu” yang pernyataannya sempat viral dan memicu salah paham, rombongan yayasan bergerak menyisir 3 Rumah Sakit sekaligus: *RS Lakipadada, RS Fatimah, dan RS Sinar Kasih.*

Di sana tidak ada pembelaan. Yang ada hanya permintaan maaf secara langsung kepada anak-anak dan orang tua mereka. Dengan penuh empati, “Ibu” tersebut bahkan memimpin doa khusus bagi para korban yang beragama Nasrani, memohon pemulihan kesehatan. Sebuah gestur yang jarang disorot.

*TANGGAL 15 SEPTEMBER: Konferensi Pers – Kami Bertanggung Jawab*

Barulah pada Selasa, 15 September 2026, yayasan menggelar konferensi pers resmi. Lewat juru bicaranya, Louice Cristiana Mangontan, yayasan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh masyarakat Toraja dan menyatakan siap dievaluasi total oleh Badan Gizi Nasional dan Dinas Kesehatan.

“Kami tidak mencari pembenaran. Kami datang karena merasa bertanggung jawab penuh,” ujar Louice.

*HARI INI, 16 SEPTEMBER: Tegang Berubah Haru di SMPN 1 Makale*

Puncak dari semua perjalanan maaf itu terjadi hari ini. Bertempat di gedung SMPN 1 Makale, pihak yayasan mempertemukan semua orang tua murid yang anaknya terdampak.

Suasana awal tegang. Kekecewaan masih terasa. Pertanyaan-pertanyaan kritis dilontarkan orang tua.

Namun suasana tegang itu tidak bertahan lama. Ketika kata maaf diucapkan dengan tulus dari hati ke hati, air mata justru pecah. Ruang kelas yang tadinya panas, berubah menjadi sedih dan haru.

Pantauan Kompas Pemburu Keadilan di lokasi, pertemuan itu diakhiri dengan saling bersalaman dan berpelukan, walaupun ada beberapa orang tua murid yang belum bisa menerima Seperti terlihat dalam foto dan video, Ibu-ibu yang tadinya menahan marah, akhirnya saling merangkul. Tidak ada lagi sekat antara pengelola dan orang tua. Yang ada hanya harapan yang sama: anak-anak sehat kembali.

Ini bukan lagi soal siapa salah siapa benar. Ini soal bagaimana sebuah kesalahan diakui, diperbaiki, dan diakhiri dengan pelukan.

*Kompas Pemburu Keadilan* mencatat, inilah contoh tanggung jawab moral yang patut diapresiasi. MBG boleh dihentikan sementara untuk evaluasi, dan menunggu sanksi apa yang menunggu selanjutnya, tapi kemanusiaan harus tetap berjalan.

Colombus

Alamat Redaksi

Jl. Andi Sammeng lorong pasar Kalola RW/RW : 002/002 Dusun Awotarae Desa, Kalola Kecamatan. Maningpajo Kabupaten Wajo.Provinsi Sulawesi Selatan Kode Pos: 90952

Kontak person
Redaksi@kompaspemburukeadilan.com
0852-5551-4777

Copyright © 2023 Kompaspemburukeadilan.com