
TANA TORAJA, 15-09-2026
Kompaspemburukeadilan.com
Menanggapi insiden yang menimpa sejumlah siswa penerima MBG, SPPG Makale Batupapan 1 bergerak cepat dan menunjukkan itikad baik sejak hari pertama.
Sebelum menggelar jumpa pers pada Selasa, 15 September 2026, pihak Yayasan Champaca Virginiana bersama “Ibu” yang pernyataannya sempat viral sudah lebih dulu turun ke lapangan.
Pada tanggal 5 September, perwakilan yayasan mendatangi dan membesuk anak-anak yang terdampak.
Kemudian pada tanggal 8 September, rombongan yayasan kembali bergerak ke 3 Rumah Sakit rujukan: RS Lakipadada, RS Fatimah, dan RS Sinar Kasih.
Di sana mereka tidak hanya bertemu dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para siswa dan orang tua. “Ibu” yang hadir juga secara khusus memimpin doa bersama bagi pasien yang beragama Nasrani, demi pemulihan kesehatan para korban.u
“Kami datang bukan untuk mencari pembenaran. Kami datang karena merasa bertanggung jawab penuh. Dari hati yang paling dalam, kami mohon maaf atas kejadian ini. Kami juga turut mendoakan agar anak-anak segera pulih,” ujar Louice Cristiana Mangontan, perwakilan Yayasan Champaca Virginiana saat jumpa pers.
Sikap Terbuka dan Komitmen Pembenahan
Seiring proses evaluasi dari Badan Gizi Nasional berupa pemberhentian operasional sementara, pihak yayasan menyatakan sikap kooperatif dan terbuka.
Masa evaluasi ini akan dimanfaatkan untuk pembenahan menyeluruh. Mulai dari sterilisasi dapur produksi, pengetatan SOP higienitas, hingga audit rantai pasok bahan baku bersama Dinas Kesehatan Tana Toraja.
“Kami memandang ini sebagai momentum untuk berbenah. Ke depan standar keamanan pangan akan kami tingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Louice.
Terkait video viral, Louice juga meluruskan bahwa ada miskomunikasi dalam penyampaian yang menimbulkan salah paham di masyarakat. Namun ia tetap mengedepankan permintaan maaf terlebih dahulu di atas segalanya.
Sebagai langkah preventif, yayasan saat ini juga sudah memulai audit terhadap seluruh supplier bahan baku. Tujuannya memastikan hanya bahan pangan terbaik dan layak yang masuk ke dapur MBG.
Louice berharap, setelah proses evaluasi dan pembenahan selesai, program MBG di Tana toraja bisa kembali berjalan dengan mutu yang lebih baik demi kesehatan dan masa depan anak-anak.
Colombus