
Kompaspemburukeadilan.com
Firman ALLAH Dalam QS Al-Ankabut Ayat 45 menegaskan bahwa,
Inna sholata tanha ‘anil fahsyai wal munkar” (إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ) artinya:
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar”. Ini menjelaskan bahwa shalat yang khusyuk dan sesuai rukun akan menjadi rem bagi hati, mendorong akhlak mulia, serta membentengi diri dari dosa dan maksiat.
Berikut adalah poin-poin penjelasan mendalam berdasarkan ayat tersebut:
Makna Perbuatan Keji (Fahsha’):
Merujuk pada dosa-dosa besar yang melampaui batas, seperti perzinaan, perilaku seksual menyimpang, dan kemaksiatan yang didorong hawa nafsu.
Makna Mungkar: Merujuk pada segala perbuatan yang dilarang oleh syariat (seperti curang, mencuri, marah, sombong) dan diingkari oleh akal sehat.
Shalat sebagai Benteng: Shalat yang benar menghasilkan perilaku terpuji (akhlaqul karimah). Jika seseorang masih sering melakukan maksiat, kualitas shalatnya perlu ditingkatkan.
Kandungan Ayat (Tafsir Ibnu Katsir): Shalat memiliki tiga unsur pendorong kebaikan: Ikhlas (karena Allah), Khusyuk, dan Zikrullah (mengingat Allah).
Pencegah Dosa:
Shalat yang dilakukan secara berkesinambungan dan khusyuk akan menanamkan rasa takut kepada Allah di dalam hati, yang mencegah pelakunya dari terjerumus ke dalam kemaksiatan..
Pungsi Shalat Dalam Agama :
Shalat,khususnya lima waktu tidak hanya mencegah seorang muslim/muslimah melakukan tindakan keji dan mungkar,tapi juga shalat adalah merupakan tiang agama bagi Islam yang jika para pemeluknya tidak mendirikan shalat sebagai bentuk kewajiban,maka sama saja meruntuhkan agamanya sendiri.selain itu shalat juga merupakan pengakuan dari seorang hamba kepada ALLAH SWT Tuhan yang Maha Esa hingga jika ada yang ngaku
muslim/muslimah lalu tidak mendirikan shalat ,maka tersebut bisa dikategorikan sebagai penghianat terhadap ALLAH SWT, jika kepada ALLAH saja sebagai pencipta langit dan bumi mereka berani berhianat, apa lagi kepada sesamanya manusia.maka dari itu wajib bagi kita untuk menjaga dan memelihara shalat dari waktu ke waktu secara berkesinambungan dengan sikap tawa’duh dan istiqamah sebagai bentuk rasa syukur dari ALLAH Subhana Wata’ala.
(Penulis Adalah :
Santri Pondok Pesantren Al-furqan Kaltim 1988, Kini Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Media Nasional Kompas Pemburu Keadilan)