Wakaperwil Kompas Pemburu Keadilan Sarapan Bareng Sopir Angkot, Soroti Langka Pertalite Hingga Oknum Penimbun Pakai Barcode Ganda

Wakaperwil Kompas Pemburu Keadilan Sarapan Bareng Sopir Angkot, Soroti Langka Pertalite Hingga Oknum Penimbun Pakai Barcode Ganda

Kompaspemburukeadilan.com

Tana toraja 27-06-2026

Pagi itu suasana pinggir jalan poros makale-rantepao tepatnya di pantan depan polsek makale mendadak ramai oleh para sopir angkot dan para pencari rejeki yang lagi sarapan bakso.

Wakaperwil Kompas Pemburu Keadilan memilih sarapan bareng para sopir angkot, duduk di pinggir jalan ditembok taman bunga, sambil dengar langsung jeritan hati mereka.

Dari obrolan santai itu, tiga masalah besar langsung mencuat.

1. Pertalite Langka, Ngantri Berjam-jam Belum Tentu Dapat

“Sudah seminggu Pak, ngantri Pertalite 2-3 jam. Kadang habis juga.” keluh pong rudi, sopir trayek terminal – makale.
Harga naik, barang langka, tapi tarif angkot tak bisa naik. “Kami yang disalahkan penumpang, padahal Pertalite-nya yang susah”.

2. Persaingan Tidak Adil: transportasi online di Terminal Tanpa TOR
Keluhan paling panas datang soal transportasi online. “transportasi online bebas masuk terminal, tapi tidak bayar TOR. Kami tiap hari bayar retribusi, mereka tidak,” kata seorang sopir senior.

Akibatnya, penumpang makin lari ke aplikasi. “Kami di jalur makin sepi, mereka di depan terminal makin ramai,” ujar pong rudi dengan nada kecewa.

3. Oknum Sopir ‘Main Barcode’, Bikin BBM Makin Langka
Yang tak kalah mengganjal: ulah oknum sopir angkot sendiri yang bolak-balik ngantri di SPBU pakai barcode berbeda.
“Ada oknum yang muter SPBU pakai barcode ganda. Isi penuh, dijual eceran lagi, bahkan diduga ada yang menimbun untuk dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi,Pantesan Pertalite cepat habis. Kami yang sopir beneran jadi korban,” beber salah satu sopir.

Menanggapi hal itu, Wakaperwil Kompas _Pemburu Keadilan_ mendesak APH dan Bupati segera turun tangan.
“Kepada APH, tolong ditindak tegas oknum sopir yang menyalahgunakan barcode untuk menimbun BBM. Itu merugikan sopir lain dan masyarakat. Kepada Bapak Bupati, kami minta evaluasi menyeluruh: distribusi Pertalite harus diawasi, dan penataan transportasi di terminal harus adil. Jangan sampai ada yang bayar retribusi, ada yang tidak,” tegasnya.

Ia menegaskan, sarapan pagi itu bukan sekadar ngobrol. “Ini suara rakyat kecil. Soal BBM, soal keadilan, soal periuk nasi sopir angkot. Akan kami kawal sampai ada tindakan nyata,” tutupnya.

Colombus

Alamat Redaksi

Jl. Andi Sammeng lorong pasar Kalola RW/RW : 002/002 Dusun Awotarae Desa, Kalola Kecamatan. Maningpajo Kabupaten Wajo.Provinsi Sulawesi Selatan Kode Pos: 90952

Kontak person
Redaksi@kompaspemburukeadilan.com
0852-5551-4777

Copyright © 2023 Kompaspemburukeadilan.com