
Palembang–Kompaspemburukeadilan.com
Ferry King selaku Ketua Ormas Gerakan Bersatu Rakyat Sriwijaya (GBR) Sumsel, didampingi Ketua harian Herman Boy, dan Bang Martin selaku Ketua 3 Anggota dewan yang tidak jadi, Menanggapi pemberitaan yang dibuat oleh oknum wartawan inesial “UMR” tersebut, pada 30 Januari, 2026
Ferry King selaku ketua ormas GBR, secara tegas menyatakan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar dan tidak akurat.
Ferry king membantah keras pemberitaan yang dirilis oleh Oknum tersebut, karena menurutnya pihak wartawan tidak pernah melakukan konfirmasi atau wawancara terlebih dahulu sebelum menerbitkan berita.
“Dalam berita itu, saya tidak dikonfirmasi sebelumnya sebagai narasumber, Padahal dalam Undang-Undang Pers, hal tersebut jelas merupakan pelanggaran,” tegas Ferry king.
Bang Martin selaku Ketua 3 Anggota dewan yang tidak jadi menerangkan, Bahwa oknum wartawan ‘UMR’ telah menyajikan berita secara sepihak, tanpa melakukan verifikasi dan klarifikasi kepada pihak yang diberitakan, sehingga melanggar asas keberimbangan yang diatur dalam Kode Etik Jurnalistik,
“Oknum Wartawan ‘UMR’ tersebut bersikap berat sebelah, Ini juga bisa kena pelanggaran kode etik jurnalistik, serta tata cara penulisan berita yang kurang tepat, dan memuat berita yang tidak benar,” tambah Bang Martin anggota dewan yang tidak jadi.
Tidak hanya itu, Ketua harian Herman Boy juga menanggapi berita yang dibuat pada 30 Januari 2026,
“Bahwa rilisan kata kata pemberitaan tersebut tidaklah benar, dan berpotensi merusak citra keluarga dan dirinya sebagai Ketua Ormas Gerakan Bersatu Rakyat Sriwijaya (GBR) Sumsel, ” Ungkap Herman Boy Ketua harian GBR.
Ferry king juga menambahkan, “bahwa saya belum pernah dipanggil di Polda Sumsel, hal itu tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, justru saya sangat transparan jika saya memang pernah dipanggil di Polda Sumsel ,” ujar Ferry king.
Lebih lanjut, Ferry king menegaskan, berita yang dibuat oleh ‘UMR’ tidak memiliki bukti pendukung sebagaimana yang dirilis dipublikasikan di link berita media tersebut.
“berita yang ditayangkan mengenai nama saya itu tidak pas dan tidak akurat, dan hanya menyudutkan satu pihak, atau tidak berimbang, kita juga harus transparan dan sesuai aturan dalam membuat berita, “Tegasnya.
“Oleh karena itu, saya meminta agar seluruh berita mengenai saya yang telah tayang dapat diralat, karena tidak sesuai, Saya juga meminta agar sanggahan saya ini dimuat di media ‘UMR’, maupun media yang ikut serta menayangkan soal ini, dan seluruh tautan link sanggahan ini disebarluaskan melalui semua grup WhatsApp, media sosial seperti Facebook, dan akun TikTok milik wartawan yang telah memuat pemberitaan sebelumnya,” tutupnya.
Sebagai penutup, Ferry king mengucapkan terima kasih dan berharap semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Wassalam…