
Berau – kompaspemburukeadilan.com –
Kamis, 18/12/2025 – KEJARAN TERBONGKAR! Hutan Kota Tangap di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini menjadi bom waktu lingkungan yang mengguncang publik! Kawasan yang selama ini jadi benteng pertahanan lingkungan dan paru-paru hijau kota, TERSODOK telah dirusak dengan cara yang TERORGANISIR dan TERSTRUKTUR melalui aksi bongkar-bangkir yang liar dan penambangan batu bara yang tak bertanggung jawab!
Pemberitaan tentang kehancuran total hutan kota Tangap yang meledak di berbagai media membuat masyarakat MARAH MURKA dan sangat prihatin. Kerusakan lingkungan yang terjadi BUKAN LAIN adalah bentuk KEJAHATAN LINGKUNGAN skala besar – bukan cuma masalah kecil yang bisa disepelekan atau dituduhkan pada masyarakat bawah!
Informasi dari berbagai sumber terpercaya, baik dari pelosok Kecamatan Teluk Bayur hingga pusat Kota Tanjung Redeb, mengungkap bahwa aktivitas perusakan ini TERSANGGA oleh kekuatan tersembunyi! Seorang warga Teluk Bayur yang tak berani menyebutkan nama mengaku bahwa praktik ini sudah berjalan LAMA dan nyaris TAK BISA DIREACHAT oleh hukum!. 
“Ini bukan omong kosong atau kerjaan sembarangan orang kampungan. Ada pola yang jelas, ada jaringan yang kuat, dan jelas-jelas ada yang MENJAGA BELAKANG mereka!” tegas sumber tersebut.
Sumber lain di Tanjung Redeb juga mengungkap fakta mengerikan – penambangan batu bara ilegal di kawasan hutan kota Tangap DIDUGA MELIBATKAN OKNUM yang menyamar sebagai tokoh panutan masyarakat! Sosok tersebut diketahui MEMANFAATKAN pengaruh dan nama baiknya untuk melancarkan aksi yang membuat alam jadi hancur berkeping-keping!
“Ini permainan licik yang sangat jahat – bersembunyi di balik masker tokoh masyarakat yang peduli. Padahal dampaknya MEMBUTAHAKAN alam Teluk Bayur yang dulunya dikenal sebagai surga hijau yang indah!” ujar seorang aktivis Teluk Bayur yang akrab dengan jurnalis Biro Kompas Pemburu Keadilan Berau Kaltim.
Akibat dari aksi kejam itu, hutan kota Tangap kini dalam kondisi MEMILIKI! Struktur tanah roboh total, vegetasi hancur lebur, dan ekosistem lokal terancam punah – membuat semua orang khawatir akan bencana besar jangka panjang seperti banjir yang membanjiri dan hilangnya fungsi tanah sebagai penampung air!
Melihat kondisi yang sudah PARAH PARAI ini, publik MEMBANTING TABUNG dan MENUNTUT aparat penegak hukum untuk segera TURUN TANGAN dengan tangan besi! Lembaga-lembaga seperti Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) DIMINTA SEGERA melakukan penyelidikan mendalam ke pelosok Kabupaten Berau!
Masyarakat menuntut agar aparat tidak hanya mengejar pelaku kecil di lapangan, tetapi juga harus UNGKAP SEGALA AKTOR UTAMA yang bersembunyi di balik kejahatan lingkungan ini dan MENEGAKKAN HUKUM dengan TEGAS – TANPA ADA KECUALIAN dan TANPA PANDANG BULU!
“Alam kita sudah dibantai habis-habisan! Jangan sampai hukum hanya jadi omong kosong dan dikalahkan oleh kekuasaan yang sombong!” tegas seorang warga Teluk Bayur dengan suara penuh kemarahan.
#biro kompas pemburu keadilan.com berau#